Showing posts with label Cersil. Show all posts
Showing posts with label Cersil. Show all posts

Sunday, January 13, 2013

Jinyologi



Jinyologi atau ilmu seputar novel-novel Jinyong, tokoh-tokohnya, alur cerita, tempat menarik dan serba jinyong pokoknya. Istilah ini digunakan sekelompok cersilers ketika mereka mengklasifikasikan sejumlah novel-novel. Banyak penggemar jinyong yang menyusun berdasarkan beberapa kategori, misal tokoh -tokoh wanita cantik, pendekar-pendekar, orang hebat, wanita menarik, dan sebagainya.
Novel jinyong bermuatan karya sejarah, kaya dengan khazanah ilmu, kebudayaan Tiongkok pada umumnya dan sedikit Asia Timur. Kreasi jinyong hebatnya memperhatikan banyak unsur sehingga tidak membosankan layaknya menulis ulang sejarah ataupun malah mempermainkan sejarah seenaknya. Jinyong amat memperhatikan logika pada setiap kejadian, berkreasi dengan sejumlah tokoh fiktif yang justru menjembatani fakta sebagai pembungkus novelnya. Hal ini seolah-olah ia telah menulis legenda, padahal legenda merupakan cerita turun-temurun yang diyakini oleh suatu masyarakat, jadinya bukan hasil karangan satu orang. 
Dunia fakta dan fiksi bertemu dalam novel Jinyong, saya akan ambil contoh, dalam cerita Pangeran Menjangan Wei Xiaubo (Wi Siaupo) yang berteman dekat dengan Kaisar Konghi dari dinasti Qing (Manchu), ia mendapatkan banyak anugerah-pangkat, bahkan diutus menjadi negosiator masalah perbatasan kerajaan Qing dengan kekaisaran Russia, disaat itu Wei Xiaubo diceritakan sebagai orang yang paling berpengaruh dalam hal itu-tentu saja karena kedekatannya dengan kaisar- namun jangan lupa dalam perundingan dengan Russia, masih ada pejabat dinasti Qing yang memangku jabatan formal (sekelas menteri) dan ini merupakan tokoh nyata dalam sejarah. Jadi jika ia menulis Wei Xiaubo beristri 6, 7 bahkan 9 hal ini masih dalam batas cerita fiksi yang sah-sah saja, tapi jika ia menulis Wei Xiaubo memimpin perang dengan Russia, nah ini kebablasan namanya. Dalam contoh lain seperti kasus kematian RajaMongko dalam Kembalinya Pendekar Rajawali, ia terkena sentilan bunga persik dari Yang Guo (Yoko) yang mengejarnya dalam babak akhir peperangan di Xiangyang, serupa dengan kisah nyata, Raja Mongko mangkat di Xiangyang hanya saja tidak diketahui pasti apakah sebab kecelakaan atau dibunuh, apa ia terantuk atau dilempar batu. Jinyong pastinya tahu betul pentingnya semua hal ini.
Seringkali kita membaca sebuah novel baik novel sejarah maupun mencuplik peristiwa kesejarahan, tapi ironisnya penulis novel itu tidak mengingat betul nama-nama tempat maupun jarak, nama-nama tokoh sejarah tidak jelas bahkan simpang siur dengan tokoh lain-Yang saya maksud disini fakta-fakta sejarah umum bukan tafsiran sejarah yang bisa berbeda- seseorang tidak mungkin memalsukan perang antara kedua negeri, bencana alam yang menimpa ataupun penguasa yang berkuasa dalam sebuah wilayah tertentu karena dengan demikian jelaslah sebuah novel yang menyimpang dari pakem ini hanyalah memaksakan menulis sejarah padahal tidak ada sejarahnya dan untuk semua itulah saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Jinyong. Salah satu diantara sedikit penulis yang mampu meramu fakta dan fiksi dengan baik.
Sebagai catatan, yang saya apresiasikan dari novel jinyong tidak termasuk pada adaptasinya baik film maupun serial Tv. Adaptasi hanyalah sebuah upaya menafsirkan karya novel dan bukan ukuran untuk menilai yang pas, bahkan dalam beberapa hal justru terjadi penyingkatan yang mengurangi ‘greget’ roh khas dari Jinyong apalagi pengelaborasian yang tidak perlu, di mana yang terakhir ini  membuat ‘blur’ . Sekali lagi, sumber penilaian adalah karya Jinyong sendiri, yang otentik bukan yang dinisbatkan kepadanya.
Dalam kaitan ini, mengapresiasikan kegemaran saya, saya bermaksud menyusun daftar-daftar Jinyologi per-kategori :
1. Novel terbaik
2. 15 wanita tercantik
3. 15 pendekar terhebat
(tulisan ini akan terus di update)

Tuesday, December 11, 2012

CANTIK DALAM DESKRIPSI JINYOLOGI (1)

Kisah Pedang Gadis Yueh

*Si Shi (Xi Shi), wanita cantik dari kerajaan Yueh yang dihadiahkan kepada Raja Wu ialah Helena(1) versi Cina, Si Shi digambarkan bagai “sesosok wanita cantik yang tiada bandingannya dan dengan kecantikannya ampu mengguncang dunia. Wanita yang mampu menyatukan seluruh negeri Yueh di dalam diri seseorang. “wajah putih Si Shi dipenuhi air mata seperti mutiara dan suaranya lembut bagai arus sungai yang beriak (Pedang Gadis Yueh, hal 13). Jika Si Shi berjalan irama langkah-langkahnya jauh lebih memikat dibanding musik manapun, Fu Chai (Raja Wu) yang membangun istana ini memang dibuat dengan maksud agar irama langkah-langkah kaki Si Shi terdengar, suaranya yang lembut bagaikan bunyi mandolin atau harpa yang riang gembira (Pedang Gadis Yueh, hal 22).

Menteri Feng (menteri kerajaan Yueh) menceritakan dewi Hsiang Fei (Si Shi) pada Ah Cing, “matanya bening dan berkilauan laksana aliran air di pegunungan” Ah Cing menimpali “apakah dia punya ikan di matanya ? ”.

“Kulitnya seperti awan tetapi lebih putih” Ah Cing menimpali “adakah burung-burung yang terbang diantara awan itu ? ”

“Bibirnya lebih lembut dibandingkan untaian bunga dan berwarna kemerah-merahan. Bibirnya basah, lebih basah dibandingkan embun yang menempel di atas bunga ini. Saat Hsiang Fei berdiri di pinggir sungai, kecantikannya memantul di seluruh tepian sungai membuat bunga-bunga menjadi malu. Bahkan ikan-ikanpun takut berenang di air karena pantulan kecantikannya. Ketika tangan putihnya masuk ke sungai, tangan itu terlihat sangat lembut, bahkan hampir meleleh di dalam air”(Pedang Gadis Yueh, hal 19).

*Ah Cing (gadis dengan ilmu pedang yang sakti). Menteri Feng Li memperhatikan gadis itu (Ah Cing). Dia mempunyai muka bujur telur, bulu mata yang lentik dan panjang, kulit yang putih bersih. Mukanya cantik dan badannya langsing, bahkan terlihat lemah gemulai (Pedang Gadis Yueh, hal 15). Ah Cing yang sedang duduk dekat disisinya dan mendengarkan dia dengan baik, matanya yang indah dan besarnya yang tidak pernah meninggalkan mukanya (Pedang Gadis Yueh, hal 19).

Diceritakan pula ketika kecantikan Ah cing dikomparasikan dengan Si Shi.

Ah Cing menodongkan tongkat bambunya ke arah Si Shi. Wajahnya berada persis di depan wajah Si Shi. Hawa pembunuhan yang mengamuk di wajahnya pelan-pelan menghilang, diganti rasa kecewa, dan hilangnya rasa percaya diri, lalu berubah menjadi keheranan, rasa hormat dan akhirnya pujian. Dia berbisik, “Lihat...lihat kecantikan yang sesungguhnya di kolong langit ! Feng Li, dia bahkan lebih...lebih cantik dibandingkan yang kau ceritakan” (Pedang Gadis Yueh, hal 23).



[1] Helena dari Troya, terkenal sangat cantik dan menyebabkan perang besar antara Troya dan Yunani.

Monday, August 22, 2011

Peringkat Cerita Silat Chin Yung


Cerita silat Chin Yung (Jin Yong) alias Louis Cha merupakan salah satu cerita klasik yang paling digemari masyarakat Asia maupun dunia.Penuh nilai moral dan heroisme, pelibatan dengan sejarah dinasti China, semua itu sedikit banyak telah membentuk gambaran mengenai karakter, pola pikir maupun sikap tindak dalam kebudayaan masyarakat China maupun budaya Tionghoa.Tak terkecuali saya, kegemaran membaca cerita silat Chinyung memberikan gambaran awal pola hidup masyarakat China ala dunia persilatan dan sebagai pendorong saya mempelajari sejarah dan kebudayaan China secara lebih utuh.

Sejauh ini Chin yung telah menyelesaikan 15 cerita silat :

1955> Shu Jian En Chou Lu / Pedang dan Kitab Suci / Putri Harum dan Kaisar / The Book and the Sword

1956> Kim Choa Kiam / Bi Xue Jian / Pedang Ular Emas

1957> She Diao Ying Xiong Zhuan / Legenda Pendekar Rajawali / Pendekar Pemanah Rajawali / The Legend of the Condor Heroes / Eagle Shooting Heroes

1959> Shen Diao Xia Lu / Kembalinya Sang Pendekar Rajawali / The Return of the Condor Heroes

1959> Xue Shan Fei Hu / Swat San Hui Ho / Rase Terbang dari Pegunungan Salju / Fox Volant of the Snowy Mountain

1960> Fei Hu Wai Zhuan / Hui Ho Gwa Toan / Kisah Tambahan Si Rase Terbang / Other Tales of the Flying Fox

1961> Yi Tian Tu Long Ji / Pedang Langit & Golok Naga / The Heavenly Sword and the Dragon Saber

1961> Yuan Yang Dao / Sepasang Golok Mustika / Blade-dance of the Two Lovers

1961> Bai Ma Xiao Xi Feng / Kuda Putih Menghimbau Angin Barat

1963> Lian Cheng Que / Pedang Hati Suci

1963> Tian Long Ba Bu / Pendekar-Pendekar dari Negeri Tayli / Demi-Gods and Semi-Devils

1965> Xia Ke Xing / Medali Wasiat

1967> Xiao Ao Jiang Hu / Hina Kelana / The Smiling Proud Wanderer / Laughing In The Wind

1969> Lu Ding Ji / Pangeran Menjangan / Kaki Tiga Menjangan

1970> Yue Nu Jian / Pedang Gadis Yueh / Sword of the Yue Maiden / Yueh Maiden

*Jika dilihat berdasar era maka cerita Jin Yong terbagi menjadi :

Era abad ke 6 M-Pedang Gadis Yueh

Abad ke 11 M-Pendekar Dari Negeri Tayli

Abad ke 13 M-Pendekar Pemanah Rajawali

Kembalinya Pendekar Rajawali

Abad ke 14 M-Pedang Langit & Golok Naga

Abad ke 16 M-Hina Kelana

Medali Wasiat

Abad ke 17 M-Kuda Putih Menghimbau Angin Barat

Pedang Ular Emas

Pangeran Menjangan

Pedang Hati Suci

Abad ke 18 M-Sepasang Golok Mustika

Pedang dan Kitab Suci

Kisah Tambahan Si Rase Terbang[1]

Rase Terbang dari Pegunungan Salju

Namun anehnya, yang mungkin tidak pernah terjadi pada penulis-penulis yang lain, ada beberapa cerita yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan Chinyung tapi justru dinisbatkan oleh sebagian orang kepada Chinyung, seperti :

1.Racun barat atau kisah orang gagah (ngakunya sebelum Pendekar Pemanah Rajawali)

2.Anak Naga (ngakunya setelah Pedang Pembunuh Naga)

3.Sin Tiauw Thian Lam (ngakunya setelah Kembalinya Pendekar Rajawali)

4.Beruang Es (ngakunya setelah Sin Tiauw Thian Lam)

5.Kiu Im Pek Kut Jiauw (ngakunya setelah Pedang Pembunuh Naga)

Banyak sastrawan maupun penggemar yang memberi urutan nilai dari membandingkan cerita Chin yung, antara yang satu dengan yang lain dengan beberapa standar mereka, yaitu :

Menurut Ge Ge:

1. Pendekar Negeri Tayli

2. Pedang langit dan golok pembunuh naga

3. Kaki Tiga Menjangan

4. Pendekar pemanah rajawali

5. Hina Kelana

6. Kembalinya Pendekar Rajawali

7. Pedang Ular Emas

8. Medali Wasiat

9. Putri Harum dan Kaisar

10. Kisah Tambahan si Rase Terbang

11. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

12. Pedang Hati Suci

13. Kuda Putih

14. Sepasang Golok Mustika

15. Pedang Gadis Yueh

Menurut Cao Zhengwen:

1. Hina Kelana

2. Pendekar Negeri Tayli

3. Pedang langit dan golok pembunuh naga

4. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

5. Pendekar pemanah rajawali

6. Kembalinya Pendekar Rajawali

7. Kisah Tambahan si Rase Terbang

8. Kaki Tiga Menjangan

9. Medali Wasiat

10. Pedang Hati Suci

11. Pedang Ular Emas

12. Sepasang Golok Mustika

13. Kuda Putih

14. Putri Harum dan Kaisar

Menurut Ni Kuang:

1. Kaki Tiga Menjangan

2. Pendekar Negeri Tayli

3. Hina Kelana

4. Kembalinya Pendekar Rajawali

5. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

6. Pedang langit dan golok pembunuh naga

7. Pendekar pemanah rajawali

8. Putri Harum dan Kaisar

9. Pedang Hati Suci

10. Medali Wasiat

11. Kisah Tambahan si Rase Terbang

12. Pedang Ular Emas

13. Sepasang Golok Mustika

14. Kuda Putih

Menurut Zhang Wenxing:

1. Kaki Tiga Menjangan

2. Hina Kelana

3. Pendekar Negeri Tayli

4. Pendekar pemanah rajawali

5. Kembalinya Pendekar Rajawali

6. Pedang langit dan golok pembunuh naga

7. Pedang Hati Suci

8. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

9. Medali Wasiat

10. Kisah Tambahan si Rase Terbang

11. Sepasang Golok Mustika

12. Pedang Ular Emas

13. Putri Harum dan Kaisar

14. Kuda Putih

15. Pedang Gadis Yueh

Menurut Chen Mo :

1 –> Kaki Tiga Menjangan

2 –> Pendekar Negeri Tayli

3.5 –> Hina Kelana, Kembalinya Pendekar Rajawali

6 –> Pedang langit dan golok pembunuh naga, Pendekar pemanah rajawali, Medali Wasiat

11.5 –> Pedang Hati Suci, Rase Terbang dari Pegunungan Salju, Putri Harum dan Kaisar, Kisah Tambahan si Rase Terbang, Pedang Ular Emas, Sepasang Golok Mustika, Kuda Putih, Pedang Gadis Yueh.

Menurut Kong Qingdong :

Sebenarnya Kong Qingdong tidak membuat urutan peringkat cerita Chinyung, hanya saja dalam bukunya Xiao Shu Shen Xia ia membagi cerita Chinyung yang bisa dilihat sebagai indikasi favoritnya.

Yang terutama tentu saja adalah 3 masterpiece, yang menurut Profesor Bahasa Mandarin di Universitas Beijing ini jika masterpiece ini diletakkan pada karya sastra sejarah jenis apapun tetap menempati level kelas satu.Kemudian trilogi rajawali.Adapun 9 cerita yang dibawahnya (3 yang pendek dan 6 yang menengah) adalah cerita silat yang sudah sangat bagus, dan bisa menempatkan Jin Yong menjadi penulis cerita silat kelas satu. Tapi hanya 9 karya ini saja belum bisa membuat Jin Yong dianggap sebagai ketua dunia persilatan, karena standar sebagian karya tersebut, penulis lain juga ada yang bisa mencapainya.

3 masterpiece:

- Pendekar Negeri Tayli, Hina Kelana, Kaki Tiga Menjangan

3(trilogi) Rajawali

- Pendekar pemanah rajawali, Kembalinya Pendekar Rajawali

, Pedang langit dan golok pembunuh naga

6 yang menengah:

- Putri Harum dan Kaisar, Pedang Ular Emas, Rase Terbang dari Pegunungan Salju dan Kisah Tambahan si Rase Terbang, Pedang Hati Suci dan Medali Wasiat

3 yang pendek:

- Pedang Gadis Yueh, Sepasang Golok Mustika, Kuda Putih

Kalau menurut saya :

1.Hina Kelana

2.Pedang langit dan golok pembunuh naga

3.Kembalinya pendekar rajawali

4.Pendekar pemanah rajawali

5.Kaki Tiga Menjangan

6.Pendekar Negeri Tayli

7.Medali Wasiat

8.Rase Terbang dari Pegunungan Salju

9.Pedang Ular Emas

10.Pedang Hati Suci

11.Kisah Tambahan Si Rase Terbang

12.Putri Harum dan Kaisar

13.Pedang Gadis Yueh

14.Sepasang Golok Mustika

15.Kuda putih menghimbau angin barat

Mengapa Saya Pilih Hina Kelana ?

Kisah ini menceritakan bentrokan antara aliran lurus dan sesat yang telah memakan banyak korban sehingga kian memperdalam jurang dendam.Disamping Shaolin dan Wudang, perguruan Song Shan, Hua Shan, Heng Shan, Hen Shan dan Tay San yang bergabung dan membentuk Wu Yue Jian Pai (Persatuan lima gunung perguruan lima pedang) semua itu mewakili aliran lurus dunia persilatan demi menghadapi sekte Matahari dan Bulan yang dideskripsikan sebagai aliran sesat atau mo kau (agama iblis), namun pada kenyataannya orang-orang dari aliran lurus juga demi mencapai tujuannya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang kelewat kejam, pun demikian dengan aliran sesat tidak semuanya diisi oleh orang-orang jahat.

Lenghou Tiong, tokoh utama dalam cerita ini, adalah murid pertama Hua Shan, kesukaannya minum arak dan berjiwa bebas sehingga tanpa disadari ia terlibat pergaulan dengan orang-orang aliran sesat, sesuatu yang sebenarnya merupakan pantangan bagi orang-orang aliran lurus.Meski demikian Lenghou Tiong cerdas dan tinggi budi, ia memiliki kesetiakawanan yang luar biasa, ini ditunjukan ketika ia menolak perintah gurunya untuk membunuh Tian Bo Guang, seorang maling cabul yang sudah bertobat, Lenghou Tiong juga menolong Xiang Wen Tian dari kejaran orang aliran lurus dan aliran sesat padahal Lenghou Tiong tidak pernah kenal sebelumnya tapi hanya mengagumi sikapnya, dan perbuatannya yang paling besar ialah memimpin rombongan pendekar untuk menyelamatkan anak tetua aliran sesat, Ren Ying Ying yang ditahan di kuil Shaolin.

Sepak terjang Lenghou Tiong yang terkesan tak memperdulikan aturan memang membuat dirinya banyak menjalin persahabatan dengan orang-orang gagah baik aliran lurus maupun sesat, Lenghou Tiong juga beruntung mendapatkan pengajaran ilmu pedang tertinggi dari tetua perguruan Hua Shan, Feng Jin Yang yang sudah menghilang dengan cara misterius.Di sisi lain Lenghou Tiong dicurigai gurunya sendiri karena banyak berurusan dengan tokoh-tokoh dunia persilatan maupun menguasai ilmu pedang yang lebih hebat dari gurunya.Dan diakhir cerita barulah diketahui bahwa gurunya Lenghou Tiong, Yue Bu Gun yang sebenarnya memiliki ambisi besar memimpin perguruan lima pedang maupun dunia persilatan, ia menerima Lin Ping Zhi sebagai muridnya yang merupakan keturunan dari pemilik kitab pedang Bi Xie dan menjodohkan dengan anaknya, Yue Ling Sian agar ia menemukan kitab pedang itu.Yue Bu Gun, ketua perguruan Hua Shan yang digambarkan diawal cerita sebagai Jun Zu Jian (pedang ksatria) ternyata malah lebih licik dari pada Zuo Leng Chan, ketua perguruan Song Shan yang diketahui berambisi tinggi sedari awal.Sedangkan kecurigaan Yue Bu Gun pada Lenghou Tiong sebenarnya hanyalah kekhawatiran kalau muridnya itu dapat menghalangi ambisinya, dan juga itu dilakukannya agar ia dapat mengalihkan perhatian Lin Ping Zhi yang mulai curiga bahwa kitab keluarganya telah diambil Yue Bu Gun.

Kisah Hina kelana juga menghadirkan alur cerita yang melankolis, Yue Bu Gun, guru Lenghou Tiong yang sudah dianggapnya sebagai orangtuanya sendiri malah mencurigai Lenghou Tiong dan mengusirnya dari perguruan pun demikian dengan Yue Leng Sian, anak perempuan Yue Bu Gun yang semula menaruh hati pada Lenghou Tiong namun pada akhirnya malah mencintai dan menikah dengan Lin Ping Zhi, yang celakanya tidak mencintainya, bahkan membunuhnya.Lenghou Tiong juga kehilangan Sahabat terdekatnya, Lu Da You yang dikiranya mati terbunuh karena kesalahan tangannya.Satu hal yang menghibur Lenghou Tiong ialah ibu gurunya yang selalu percaya padanya.

Sedikit humor dalam cerita ini diwakili tokoh-tokoh seperti To Go Liu Xian, enam kakek aneh dari pulau persik yang meski berilmu tinggi namun sering bertindak bodoh.Biksu Bu Jie juga demikian, biksu yang tidak berpantang, ia minum arak dan menikah, anehnya menikah dengan nikoh yang kemudian melahirkan anak, Yi Lin, nikoh cilik yang pernah ditolong Lenghou Tiong.

Mengapa saya memilih Hina kelana sebagai cersil Chin yung terbaik ? pertama sekali karena alur ceritanya yang melankolik, banyak menyentuh emosi pembaca.Tak heran jika banyak sastrawan yang menilai kisah ini cukup tinggi.Sebenarnya hampir semua cerita Chin yung memiliki bagian melankolis tapi khusus pada Hina kelana, unsur melankolisnya paling terasa.Pada Pedang pembunuh naga dan Pendekar Rajawali unsur melankolisnya juga kuat dan banyak, hanya saja tokoh-tokoh yang menindas Guo Jing, Yang Guo,Zhang Wu Ji semuanya adalah lawan, sedangkan terhadap Lenghou Tiong dilakukan oleh gurunya sendiri yang sudah dianggap bak orang tua.

kedua, Karakter Lenghou Tiong saya nilai lebih kuat dari pada Yang Guo (kembalinya pendekar rajawali), Zhang Wu Ji (Pedang pembunuh naga) maupun Duan Yu dan Qiao Feng (Pendekar negeri Tayli) dan hanya kalah sedikit dari Wei Siau bo (Kaki Tiga Menjangan).Lenghou Tiong merupakan perpaduan sebuah karakter yang simpel, berjiwa bebas namun teguh pendirian dan berbudi tinggi.Sebagai perbandingan, jika Yang Guo yang sangat cerdas, ia amat mengagumi Guo Jing namun bisa dipenuhi dendam membara pada Guo Jing ketika ia merasa ayahnya dicelakai Guo Jing, sebelum mendapat tahu penyebab sebenarnya, sedangkan Lenghou Tiong yang juga cerdas dan sebenarnya mengetahui bahwa gurunya Yue Bu Gun mencurigainya, bahkan berniat jahat padanya, namun semua itu tidak pernah dijadikan dendam karena ia tetap mengingat budi gurunya sebelumnya.Sedangkan Zhang Wu Ji adalah karakter yang agak aneh ia sangat cerdas namun terkadang juga menyimpan banyak kebodohan.Zhang Wu Ji tidak menyimpan dendam tapi ia juga tidak belajar dari kejahatan lawan sehingga sering terpedaya berulang kali.Judul Hina kelana berasal dari kitab musik yang dinyanyikan Lu Zheng Feng-tokoh perguruan Heng Shan dari aliran lurus yang bersahabat dengan Ou Yang-tokoh aliran sesat diakhir hidup mereka.

Satu-satunya kekurangan kisah ini yakni tidak adanya unsur sejarah dinasti China, satu-satunya koneksi ialah saat ketika Lu Zheng Feng ingin mencuci tangan sebagai simbol keluar dari hukum dunia persilatan, ia mengundang pejabat pemerintah dan mendapat pangkat.Tapi sayangnya bagian ini hanya sekilas dan tidak berpengaruh pada cerita, karena kemudian perguruan Heng Shan dibantai habis oleh orang-orang Song Shan, pejabat pemerintahan yang hadir tidak ikut campur bagian.

Mungkin juga Chin yung ingin menunjukan kekuatan lain dari ceritanya walau tanpa unsur kesejarahan, lagipula kisah ini juga mengambil masa awal dinasti Ming, dimana era kekuasan pribumi etnis Han sehingga disaat itu pemerintahan Ming relatif diterima banyak pihak, sehingga nasionalisme ala Chinyung tidak mengharuskan membahas pemberontakan dan semacamnya.Inilah yang membedakannya dengan cerita-cerita Chin yung pada umumnya.Jika melihat dari segi ini, Hina kelana kurang dari cerita yang lain :

1.Kaki tiga menjangan menceritakan situasi dan kondisi istana pada masa dinasti Qing (manchu) beserta intrik, kudeta dan pemberontakan.

2.Pendekar Pemanah Rajawali, era dinasti Jin (Tatar) yang menaklukan dinasti Song bagian utara sehingga pusat dinasti Song pindah ke selatan, dimana pangeran song tertawan, peristiwa itu sangat terkenal disebut Jing Kang yang mendasari nama tokoh Guo Jing dan Yang Kang.

3.Kembalinya Pendekar Rajawali, sebagai lanjutan dari kisah Pendekar Pemanah Rajawali, ketika itu bangsa Mongol berhasil mengusir dinasti Jin di bagian utara dan sebagai gantinya mendirikan dinasti Yuen di China bagian utara, untuk dapat menguasai wilayah sisanya maka tentara Mongol menyerang kekuatan terakhir dinasit Song Selatan di Xianyang dan kisah ini mengangkat kegagalan tentara Mongol menginvasi Xianyang berikut tewasnya Khan Mongko.

4.Pedang Pembunuh Naga, cerita mengenai pemberontakan rakyat terhadap dinasti Yuen (Mongol) yang dimotori oleh sekte Ming sehingga berhasil menaikkan Zhu Yen Zhang sebagai kaisar pertama dinasti Ming.

5.Pendekar Negeri Tayli, kisah mengenai kerajaan kecil Buddha, Tayli dan persaingan kerajaan-kerajaan kecil lainnya di masa dinasti Song.

6.Puteri Harum dan Kaisar, cerita ini dikembangkan dari rumor di masyarakat bahwa kaisar dinasti Qing, Qianlong adalah beretnis Han dan bukan Manchu.

7.Pedang Ular Emas, menceritakan kisah seorang anak dari jenderal yang difitnah kemudian dihukum mati, ia beserta tokoh-tokoh dunia persilatan turun gunung untuk bangkit membalas dendam dan mereformasi (bukan menggulingkan) dinasti Ming dari menteri-menteri durna.

8.Rase Terbang dari Pegunungan Salju, mengangkat ihwal golok pusaka Li Zicheng yang pernah berkuasa sebentar merobohkan dinasti Ming, namun sayangnya ia tidak bisa menahan kota dari gempuran bangsa Manchu yang akhirnya mendirikan dinasti Qing.Golok pusaka itu diwariskan pada empat pengawalnya yang kemudian berlanjut pada turunannya, konon ada rahasia harta karun yang bisa digunakan rakyat untuk merobohkan dinasti Qing.

9.Pedang Gadis Yueh, cerita ini sangat singkat dan lebih mirip sebuah dokumentasi kerajaan-kerajaan kecil di zaman musim semi dan gugur, pra Shi Huang Di mendirikan China.



[1] Diantara Dua kisah Rase terbang alurnya flash back jadi kalau menurut urutan waktu, maka Kisah tambahan Si Rase terbang yang lebih diawal

Thursday, June 23, 2011

10 Lawan Terberat Chinmy

Kira-kira seminggu yang lalu saya sedang browsing dan ingin mencari situs-situs martial arts, ilmu silat dan sejenisnya.Tanpa disengaja saya menemukan link download komik kungfu boy alias Chinmy si jagoan kuil Dairin dengan jurus peremuk tulangnya, terbayang sekilas oleh saya masa-masa Smp saya kurun 1998-2000, waktu itu komik kungfu boy merupakan bacaan wajib saya dikala waktu renggang.Saya betul-betul berterima kasih dengan situs tersebut, karena bukan saja menyegarkan ingatan saya tapi juga sekaligus mengganti komik-komik saya yang sudah pada ilang dan rusak.


Komik Kungfu boy yang ketika saya baca dulu mungkin hanya sekedar menyalurkan hobi namun kini seiring dengan bertambahnya usia kedewasaan saya kini baru saya sadari ternyata banyak menyimpan mutiara-mutiara falsafah yang dalam maupun teknik beladiri tingkat tinggi.Dari kata-kata dalam dialognya, pengalaman hidup Chinmy maupun trik beladiri serta jurus-jurus maut yang disajikan banyak yang berguna untuk dipelajari maupun dikaji lagi.Saya juga jadi bertanya-tanya tentang sang pengarang yakni Mr Takeshi Maekawa apakah beliau juga seorang praktisi beladiri atau seorang filsuf Budhis atau Taois, namun sayang sekali info yang saya dapatkan tentang beliau sedikit sekali.Tak apalah jadinya yang penting komik Kungfu boy 1-37, New Kungfu boy 1-20, Chinmy Legend 1-37 dan cerita-cerita terpisah seperti Chinmy Gaiden Story, Chinmy Short Story memang tooop buangeet.
Setelah membaca serial Kungfu boy ini saya ingin share sedikit tentang lawan-lawan Chinmy yang jumlahnya banyak banget meskipun ada yang kemudian menjadi sobat Chinmy tapi ada beberapa lawan tertentu yang harus digaris bawahi saking tangguhnya, iya langsung sajalah ;

1.Jenderal Boru (New Kungfu boy 8-13)

Dia adalah pendekar nomor satu yang menjadi tangan kanan Jirai, seorang tiran penguasa Ka nan.Boru mempunyai ilmu jari maut penghancur yang tak tertandingi maupun bakat alamnya yang jadi dengan sendirinya, ia tak pernah berguru kepada siapapun.Boru akhirnya dikalahkan Chinmy setelah durasi pertarungan yang panjang dan melelahkan dengan jurus terlarang kuil Dairin yakni Dewa Petir.

2. Oudow (Kungfu boy 23-24)


Oudow ialah bekas murid dari kuil Dairin dan ia juga kemudian dikirim ke kuil Torin untuk belajar pada guru Yosen, tapi karena memiliki masalah kepribadian maka guru Yosen tidak mau mengajarinya kungfu.Oudow yang merasa sakit hati maka ia bertekad membalas dendam ke kuil Dairin disaat biksu kepala sakit keras.Oudow mempelajari sendiri kungfu peremuk tulang dan ia juga mempunyai tenaga dalam diatas Chinmy bahkan bisa membalikkan arah tenaga dalam.Demi menghadapi Oudow akhirnya membuat Pak tua yang menjaga biksu kepala mencabut segel jurus terlarang mematikan ‘dewa petir’ yang diberikan kepada Chinmy, pertarungan dengan Oudow telah membuka babak baru dalam kungfu Chinmy dimana Chinmy dapat melipatgandakan tenaga dalamnya dengan jurus itu, selepas pertarungan itu Chinmy pun diangkat sebagai pengajar kuil Dairin.

3.Gundi (Chinmy Legend 30-36)

Gundi merupakan salah satu dari kekuatan sepuluh orang yang menjadi kaki tangan Simon, seorang perampok kelas kakap yang menculik Putri Mito.Kekuatan Gundi terletak pada kegesitannya memainkan pedang sayap hitam yang bisa berubah menjadi dua pedang sehingga sewaktu lawan menghindar dari serangan pertama maka pedang lain akan bergerak.Gundi juga mempunyai jurus guntingan pedang yang menyerupai cakar elang.Kekalahan Gundi justru karena ketidaksabarannya menghadapi kegesitan Chinmy sehingga hanya dengan sekali kelengahannya Gundi roboh terkena jurus peremuk tulang Chinmy.



4.Bai Qu Zhai (Chinmy Legend 22-25)



Dia adalah murid Oudow yang juga menguasai Kungfu peremuk tulang, dalam urutan kekuatan 10 orang, Bai Qu Zhai adalah yang kedua sehabis Gundi, tenaga yang dihasilkan peremuk tulangnya sangat luar biasa, namun pengalaman menggunakan jurus itu ia kalah dengan Chinmy, pertarungan Chinmy dengan Oudow maupun Jenderal Boru sebelumnya telah memberi kemajuan pesat pada Chinmy dalam cara menyalurkan tenaga dalam pada kungfu peremuk tulangnya.






5.Sie Fan (Kungfu boy 7-8, 34-36)



Sie Fan adalah sahabat sekaligus rival abadi Chinmy, Sie Fan yang sepintas terlihat lemah dan kurang percaya diri ternyata didalamnya menyimpan kekuatan dahsyat, hampir semua kepandaian Chinmy menempil dengan Sie Fan perbedaannya hanya pada senjata, jika Chinmy mahir kungfu peremuk tulang, maka Sie Fan sangat mengandalkan tongkat berpilinnya.Duel seru Chinmy-Sie Fan terjadi di final kejuaraan beladiri dimana saat itu Sie Fan berada di bawah pengaruh obat bius dari musuh kaisar, ia telah menjadi monster pembunuh yang mengerikan, di saat itulah untuk pertama kalinya Chinmy berhasil mengalahkan Sie Fan dengan kungfu peremuk tulang ganda.


6.Tan-Tan (Kungfu boy 32-33)


Tan-Tan pemilik kungfu kaki melingkar dari pegunungan Nantoen yang menjadi lawan Chinmy di semifinal kejuaraan beladiri adalah salah satu duel terbaik yang enak dilihat, kelenturan tubuh keduanya dan kecepatan tingkat tinggi memperagakan jurus-jurus selalu menarik, rasanya saya tidak pernah bosan membaca ulang episode ini.Kunci kemenangan Chinmy atas Tan-Tan ialah kecerdikannya membaca jenis gerakan Tan-Tan untuk menemukan kelemahannya dan yang terakhir dilakukan Chinmy sesuai ajaran guru Yosen ialah menghancurkan senjata lawan dalam hal ini ialah melumpuhkan kedua kaki Tan-Tan.


7.Genma (Kungfu boy 27-28)


Genma adalah pemimpin gerombolan pasukan berkuda serigala angin yang menyulut perang Nazil.Genma memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, ia juga berpengalaman dalam perang dan kelincahan diatas kuda.Duel melawan Genma sebenarnya membuat Chinmy hampir terbunuh, hanya saja keberuntungan masih dipihak Chinmy yang berhasil memanfaatkan kelengahan Genma di saat-saat krusial.




8.Komandan Soubi (New Kungfu boy 3-8)


Soubi adalah komandan tentara istana, atau orang nomor dua sehabis Jenderal Boru yang membantu Jirai menindas penduduk Ka nan.Soubi sangat gesit dan juga menyimpan senjata rahasia yang sulit diduga arahnya.Jiwa membunuh Soubi sekuat Jenderal Boru, hanya saja Soubi tidak bersikap pendekar, ia sering memanfaatkan keadaan berat musuh maupun tipuan sehingga kekuatan kungfunya kurang terlihat.






9.Tuan Zangi (Kungfu boy 5-6)


Ia memilki kungfu pelontar tenaga dalam yang berbahaya, pertarungan dengannya membuat Chinmy menambah wawasannya seputar tenaga dalam sampai ‘meminjam tenaga lawan’ yang dipraktekan Chinmy dengan baik dan dengan mengalahkan Zangi membuat Chinmy mulai dikenal masyarakat.





10.3 Saudara Kungfu Ombak (Kungfu boy 20)



Mungkin ada sebagian orang yang tidak setuju saya masukkan 3 saudara kungfu ombak ini karena kurang disebut-sebut tapi saya berkeyakinan inilah salah satu pertarungan berbahaya Chinmy.Kungfu ombak yang dikuasai kelompok naga laut Genba, Genyo dan Genkei yang mahir jurus bantingan dan kuncian berbahaya dengan memanfaatkan goyangan kapal yang terkena ombak sehingga menyulitkan lawan mereka memasang kuda-kuda pertahanan.Sialnya ketika berhadapan dengan Chinmy faktor keunggulan mereka justru dimanfaatkan Chinmy dengan mengikuti arah goyangan kapal.Senjata makan tuan !!