Showing posts with label Juventus. Show all posts
Showing posts with label Juventus. Show all posts

Wednesday, March 12, 2014

Estetika Sepakbola


Filsuf Susanne K. Langer merumuskan seni sebagai penciptaan bentuk yang menyimbolkan gejolak perasaan manusia. Contohnya, ungkapan dalam simbol, mengekspresikan manusia melalui abstraksi. Setiap seni menyimbolkan dengan caranya sendiri imajinasi manusia. Musik menyimbolkan perasaan manusia, seni lukis menyimbolkan aneka jenis adegan, dan Sepakbola menyimbolkan ekspresi, abstraksi dan imajinasi dari tim yang berlaga.


           Filsuf R.G. Collingwood menulis dalam buku "The Principles of Art","agar sesuatu menjadi karya seni, sesuatu itu haruslah ekspresif dan imajinatif...." Ferguson mendemonstrasikan salah satu aksioma estetika, bahwa seni berhubungan dengan emosi. Pelatih asal Skotlandia itu memproklamasikan bahwa seni tidak bisa tidak mencetuskan dan mengekspresikan emosi. Seni bukanlah "craft". Seni dalam bola adalah ekspresi emosi. Lantas tim manakah yang akan berjaya ? yang mengetahui dan mampraktekkan emosi dalam bahasa. Apakah estetika dapat menjawab ‘teka teki silang’ hasil sebuah pertandingan sepakbola ? Seni dalam sepakbola merupakan untaian bahasa. Apa itu estetika yang membalut komunikasi. Komunikasi memuat tiga macam seleksi, yakni informasi (information), penyampaian (Mitteilung) dan pemahaman (Verstehen). Sesuatu itu disebut indah berarti ada upaya menghargai dan memuji. Dalam sepakbola keindahan terciptanya gol, keindahan skema permainan, keindahan strategi beserta tehnik tertentu dalam upaya memenangkan permainan tentunya didasari oleh keindahan pemikiran dibalik itu semua.

Personifikasinya merujuk Laga laga  sepakbola membombardir potret ekspresi manusia.
“Sebenarnya, sepakbola itu miniatur tentang filsafat hidup“, Sebuah permainan dimainkan bukan karena ia masuk akal atau tidak masuk akal. Bukan karena ia bisa dipahami atau tidak bisa dipahami. Permainan dimainkan, dan dinikmati, karena ia sebuah permainan.”

Estetika adalah sebuah penilaian tentang keindahan, aspek teknis dalam membentuk sebuah karya, sebuah persepsi yang melibatkan fenomena indrawi dan emosional. Rumusan keindahan seni rupa pada visualisasi, musik pada auditori, puisi pada aspek bait dan rima dan lain sebagainya. Secara sosiologis keindahan juga dikaitkan dengan daya tarik masyarakat, secara hukum, estetis berarti soal keharmonisan norma dan ketaatan terhadapnya; Lantas bagaimana dengan sepakbola ?   

Sepakbola, ya olahraga ini mengambil animo bagian besar dari penduduk bumi. Kita bisa lihat setiap event besar ajang sepakbola panas-dingin emosional masyarakat hingga hubungan internasional dibalut si kulit bundar ini. Para politisi pun tak jarang menjadikan ini sebagai misi kenagaraan. Mussolini contohnya, pemimpin fasis Italia ini mengupayakan segala cara pengaruhnya demi kejayaan negeri pissa ini pada piala dunia 1934 dan 1938. Banyak lagi cerita yang lain, namun tulisan ini bukan membedah politisasi sepakbola.  

Hidup seperti bermain bola. Kita perebutkan kita tendang. Lalu kembali kita kejar, dan seterusnya. Demikian sebuah pengandaian hidup dalam Geguritan dharmapada.

Menurut Aristoteles keindahan menyangkut keseimbangan ukuran yakni ukuran material. Menurut Aristoteles sebuah karya seni adalah sebuah perwujudan artistik yang merupakan hasil chatarsis disertai dengan estetika. Chatarsis adalah pengungkapan kumpulan perasaan yang dicurahkan ke luar. Kumpulan perasaan itu disertai dorongan normatif. Dorongan normatif yang dimaksud adalah dorongan yang akhirnya memberi wujud khusus pada perasaan tersebut. Wujud itu ditiru dari apa yang ada di dalam kenyataan, bersambung (Yusuf Zainal)

Sunday, May 5, 2013

Otokritik Conte Atas Sepakbola Italia

 
Antonio conte, Pelatih Juventus mengeluarkan komentar paska kekalahan timnya dari Bayern munich dikedua leg Liga champions, bahwa tim-tim Italia belum layak memenangi turnamen itu seperti beberapa klub besar Eropa lainnya, salah satu kendalanya ialah keterbatasan dana untuk mendatangkan pemain-pemain bintang , jika dana sebesar 40 juta euro biasa dikeluarkan klub-klub liga Inggris, Spanyol dan Jerman dan kini juga PSG dari Perancis untuk memboyong seorang pemain saja, maka dana sebesar itu biasanya digunakan klub-klub Italia mendatangkan empat sampai lima orang pemain. Sehingga kekuatan finansialpun berimplikasi pada kualitas permainan. Penilaian Conte ini apakah sekedar alibi ? pastinya menunjukan pandangannya bahwa kekalahan juve adalah kekalahan level layaknya diarifi ketimbang disesali. Benarkah demikian ?
 Penulisan ini tidak untuk menjudge conte atau orang-orang yang mengamini pernyataannya. Yang pasti Bayern memang tampil luar biasa superior, seolah tidak memberi cara bagi Juve mengembangkan permainan, apakah ini bukti konkrit dari kualitas ?! Bagaimana kualitas sepakbola sebenarnya dilihat ?
Menurut hemat penulis kualitas sebuah tim sepakbola tidak hanya mengandalkan skill individu semata melainkan penggabungan antara ‘doktrin’ pelath yakni karakter dasar permainan tim, koherensi antar pemain maupun mentalitas dan pengalaman tim secara keseluruhan (performance), ‘postur’ alias kemampuan pemain memeragakan sepakbola, semua itu masih ditambah dengan ‘strategi’ atau pola permainan yang disiapkan pelatih khusus untuk pertandingan saat itu dimana pembacaan skema permainan maupun kejelian pelatih sangat menentukan disini. Jadi kuncinya ialah mensinkronkan doktrin-postur dan strategi maka sebuah kesebelasan layak memenangi sebuah pertandingan,....eits tunggu dulu ada faktor x yang tidak boleh dilupakan yaitu “keberuntungan”. Faktor inilah yang menjadikan sepakbola selalu menarik tidak dapat dipredikasi secara pasti. Sebagian menyebutnya nilai estetis sepakbola.
Sekarang mari kita analisis laga Juve vs Bayern, dalam kedua laga yang dimenangi Bayern aggregat 4-0, tampak jelas terlihat determinasi Fc Hollywood, parameter ball passession dan shoot on goal bisa dijadikan ukuran. Permainan Juve nyaris kehilangan irama sampai-sampai tidak membuat peluang bagus. Menilik realitas ini timbul pertanyaan, apakah optimisme Juve, raksasa seriA Italia sebelum laga hanyalah omongkosong belaka ? ataukah sekedar penyemangat bagi suporter demi motif-motif ekonomi ? ataukah optimisme mencari asa keberuntungan semata dan bukannya sikap jumawa jawara seriA musim lalu tanpa terkalahkan dan tim yang belum terkalahkan di Liga champions ? jika bukan semua itu maka kemungkinan lainnya ialah antiklimaks, ya antiklimaks justru yang bisa dimajukan !!
Penulis tidak ingin membahas hal-hal diluar permainan, bagaimanapun kebijakan transfer pemain memberikan pengaruh, klub yang memiliki finansial kuat dapat mengejar kesuksesan instan, tapi secara lebih spesifik pabila kedua tim bertemu maka unsur aksi dilapangan-lah yang paling menentukan, dus Juve dan Bayern keduanya adalah tim besar yang notabene merajai kompetisi masing-masing plus akar historis di sepakbola Eropa. Sekelumit catatan, Juve adalah jawara seri A musim lalu tanpa terkalahkan dan musim ini tengah memimpin klasemen seri A adapun Bayern menjadi runner Bundesliga dua musim beruntun, finalis Liga champion musim lalu dan musim ini paling fenomenal mereka telah memastikan gelar mesti liga masih menyisakan 6 pertandingan. Juve sudah 2 kali menjuarai Liga champions dan Bayern 4 kali. Ada fakta menarik yang patut dicermati oleh juventus, klub berjuluk ‘nyonya tua’ ini sudah lama belum pernah menjuarai turnamen durasinya pun lebih dari satu dasawarsa, 15 tahun, dalam hal ini Coppa Italia dan Liga champions, suatu yang ironis bagi tim sebesar Juve !  Terakhir kali Juve merengkuh gelar di turnamen ‘sudden death’ ialah setelah menaklukan Ajax Amsterdam lewat adu penalti pada final Liga champions edisi 1995-1996. Jelas ini sebuah ‘pr’ besar bagi skuad bianconerri dan conte, bagaimana mengembalikan moral performance tim mempertahankan konsistensi seperti di Seri A khususnya ketika menghadapi laga-laga sudden death. (Yusuf Zainal)     

Belissimo Juve 31 ?

Turin - Juventus berhasil memastikan gelar Scudetto musim 2012/2013. Itu terjadi setelah mereka memetik kemenangan atas Palermo.
Dalam pertandingan di Juventus Stadium, Minggu (5/5/2013) malam WIB, Juve baru mencetak gol di babak kedua lewat titik putih. Arturo Vidal mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk memberi Juve kemenangan 1-0.
Dengan hasil ini, Juve mengoleksi 83 poin, unggul 14 poin dari Napoli yang baru akan bertanding dinihari nanti. Posisi mereka di puncak klasemen pun dipastikan aman karena Napoli tinggal memainkan empat laga tersisa.
Ini adalah scudetto ke-29 untuk La Vecchia Signora. Mereka sebenarnya sudah juara 31 kali, namun dua gelar dicabut karena kasus calciopoli.
Titel ini sekaligus jadi gelar kedua secara beruntun yang dimenangi oleh Juve. Musim lalu, Gianluigi Buffon dkk. juga tampil sebagai kampiun.
Jalannya Pertandingan
Juve langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Arturo Vidal yang merupakan gelandang tersubur Juve hampir menambah koleksi golnya di menit ke-16. Tapi sepakannya masih menyamping di sisi kanan gawang Stefano Sorrentino.
Serangan Juve tujuh menit berselang juga belum membuahkan hasil. Tendangan Andrea Pirlo dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Palermo.
Serangan terus dibangun oleh Juve. Sementara upaya Palermo untuk masuk ke daerah pertahanan Juve kerap menemui kegagalan. Serangan yang dibangun tim tamu di menit ke-25 berhasil dipatahkan oleh Giorgio Chiellini.
Dalam sebuah serangan balik, Mirko Vucinic yang bergerak dari sisi kiri kemudian melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Namun Claudio Marchisio yang bergerak menyambut umpan Vucinic gagal memaksimalkannya.
Juve kembali membangun serangan, kali ini dari sisi kanan oleh Stephan Lichtsteiner. Pemain asal Swiss itu kemudian mengirim bola kepada Vucinic namun sepakan penyerang Juve itu berhasil diblok Sorrentino.
Hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, serangan Palermo sempat mengejutkan tuan rumah. Tembakan Fabrizio Miccoli dari dalam kotak penalti mengenai tiang gawang Juve.
Di menit ke-58, Juve mendapat penalti setelah Mirko Vucinic dijatuhkan di kotak terlarang. Vidal yang maju sebagai eksekutor sukses melaksakan tugasnya dan membawa Juve unggul 1-0.
Juve hampir menggandakan keunggulan di menit ke-66. Namun sepakan Vucinic usai menerima umpan Paul Pogba masih bisa digagalkan Sorrentino.
Upaya Palermo untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil. Tembakan Abel Hernandez masih belum menemui sasaran.
Serangan Juve di menit ke-81 kembali membahayakan gawang Palermo. Kali ini sepakan Fabio Quagliarella yang mengenai mistar gawang tim tamu.
Dua menit berselang, Juve harus bermain dengan 10 orang. Pogba mendapat kartu merah setelah meludahi Salvatore Aronica.
Hingga laga usai, tak ada gol lagi yang tercipta. Juve menang 1-0 dan memastikan gelar scudetto.
Susunan Pemain
Juventus: Buffon, Barzagli, Bonucci, Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Asamoah (Peluso 66), Marchisio, Vucinic (Quagliarella 79)
Palermo: Sorrentino; Von Bergen, Donati, Aronica; Nelson, Barreto, Arevalo Rios (Faurlin 79), Kurtic, Garcia; Ilicic (Dybala 71), Miccoli (Hernandez 65)

Tuesday, February 15, 2011

Juve JInakkan Inter

Turin.Alessandro Matri kembali membuktikan Juventus tak salah merekrut dirinya Januari lalu. Striker pinjaman dari Cagliari ini membukukan satu-satunya gol kemenangan I Bianconeri atas Inter Milan di Olimpico Turin, Senin (14/2) dini hari WIB.

Itu gol ketiga yang dicetak pemain berusia 26 tahun itu dalam dua laga pertamanya bersama klub barunya. Sebelumnya, Matri juga menyumbang dua gol saat Juventus memukul klub lamanya, Cagliari, 3-1 di Sant’Elia akhir pekan lalu.

Inter tak pernah menang di kandang Juventus dalam pertemuan di Serie A sejak April 2005. Tapi, kali ini mereka datang dengan penuh percaya diri setelah memetik kemenangan beruntun dalam tiga laga sebelumnya.

Kondisi psikologis Juventus juga tengah bangkit setelah mengalahkan Cagliari akhir pekan lalu sekaligus menyudahi puasa kemenangan yang sempat mereka jalani dalam tiga laga sebelumnya.

Meski begitu, tak bermain terlalu terbuka menghadapi Inter yang diperkuat tridente Samuel Eto’o, Giampaolo Pazzini, dan Wesley Sneijder.

Strategi ini mengundang Inter untuk terus menekan sehingga barisan pertahanan I Nerazzurri menjadi lebih terbuka. Situasi ini memungkinkan Juventus melakukan sejumlah penetrasi berbahaya.

Sebuah pergerakan Milos Krasic menggiring bola menyusuri sisi lapangan menarik barisan pertahanan Inter, ia kemudian berbalik dan memberikan bola kepada Frederik Sorensen yang langsung melepaskan umpan first time yang diselesaikan dengan sempurna oleh Matri dengan kepalanya untuk membawa Juventus unggul di menit ke-30.

Ketertinggalan itu mendorong Inter untuk meningkatkan serangan sepanjang sisa pertandingan. Sejumlah peluang pun berhasil diperoleh, tapi tak ada yang berbuah gol penyeimbang sehingga mereka harus pulang dengan tangan hampa.

Ini kekalahan kedua yang ditelan Inter sejak ditangani Leonardo dan hasil itu membuat mereka tertahan di posisi 4 Besar dengan 44 poin dari 24 pertandingan, 8 poin di bawah AC Milan yang memuncaki klasemen setelah memainkan 25 pertandingan.

Di pihak lain, Juventus naik ke peringkat 6 dengan 41 poin.

Monday, August 31, 2009

The Brazilian connection! Juve tame the wolf!


It is immediately a great match with a bit of tacticism in the beginning but great rivalry and determination and will to win throughout. Ferrara chose to field a 4-3-2-1 formation with Diego to act as ball feeder to strikers Iaquinta and Amauri.

On the 1st minute Felipe Melo with the help of Buffon clears a rather tricky ball in the area. Two minutes later, A Diego shot from outside the area is deviated into corner. The 4th minute sees a A Marchisio cross go straight into the arms of the keeper. On the 5th minute there is a corner for Roma but the ball goes very wide. Three minutes later Roma benefit of another corner after a run and shot by Mexes with deviation. The Juve defence brings the ball out. One minute later, there is a ball into the Juve area but Chiellini heads away.



On the 10th minute there is a good cross by Iaquinta into the area but Amauri does not manage to head the ball. One minute later Cassetti shoots from way out but the weak shot does not create any problems for Buffon. On the 20th minute, Diego puts a ball into the Roma area but De Rossi heads away.

It is the 21st minute when Iaquinta recieves a ball in the area but the ball is shot into corner by the defence. From the flag the ball is put into the area but the defence clears. One minute later there is a free-kick for Juve: Diego puts the ball into the area, Tiago heads greatly but the keeper performs a miracle putting the ball into corner.

The Brazilian champion scores his first goal in the Serie A three minutes later. Diego wins a ball in midfield, goes past two defenders, enters the area and puts the ball behind the keeper for the opener (1-0). Three minutes later, there is a corner for Juve: ball reaches Iaquinta but is put one again into corner. Tiago back on the field shoots but the defence clears.

The 32nd minute sees a free-kick for Roma: Pizzarro puts the ball very wide for a goal-kick. Three minutes later De Rossi takes Juventus by surprise and shoots from a distance equalizing before the bianconeri have time to settle down for the free-kick (1-1).

Juve react and on the 37th minute benefit of a free-kick. Diego puts the ball into the area but Riise clears. One minute later another Diego free-kick followed by an Amauri header is saved by the keeper. On the 40th minute there is a free-kick for Roma: ball into the area but Melo puts into corner. Three minutes later it is Juve who go close to scoring again: Amauri hits the post after a good exchange in attack.

The 45th minute sees Diego with a great cross into the area for Amauri but the keeper manages to punch away. In the only minute of stoppage time two Juve defenders slip and Totti is alone in front of Buffon who performs a miracle just before the half-time whistle.

The second half continues where the first left off. On the 3rd minute there is a free-kick for Roma: ball into the area cleared well by Iaquinta. One minute later, Melo tries a shot from 25 metres but the ball is cleared. On the 5th minute, the ballis put into the area towards Amauri but Julio Sergio saves. Seconds later, Diego enters the area and passes to Iaquinta but Mexes manages to anticipate.

On the 9th minute Amauri receives the ball in the area and shoots but Julio Cesar denies him the goal. From the corner, the ball reaches Amauri who heads high. On the 12th minute Iaquinta with a great run enters the area, is disturbed by Burdisso who puts the shot into corner in what was a golden opportunity. One minute later there is a free-kick for Juve: Diego puts the ball into the area, the defence clears partially but the referee stops the action because Cassetti is on the floor. Two minutes later, A Iaquinta header goes inches high.

Camoranesi comes on for an injured Marchisio on the 17th minute. Four minutes later, a great header in the area by Amauri is saved by the Roma keeper. On the 23rd minute Diego shows all his phenomenal talent. The Brazilian receives from Iaquinta, goes round Mexes and shoots beyond the keeper for the 2-1! Simply magical!

On the 25th minute Diego dribbles past the defence who finally intercept the pass. Two minutes later Menez makes Juve hearts miss a beat finally putting a dangerous ball wide. On the 29th minute Legrottaglie on for De Ceglie. Cheillini moves to a full-back position. One minute later there is a corner for Juve: Tiago receives the ball and sees his shot headed into corner.

The 32nd minute sees Tiago who receives from Iaquinta but his shot is not powerful enough. One minute later, Totti hits the post after a Cannavaro deviation. From the flag a De Rossi attempt is waved away by Buffon and then another attempt goes very high. A Roma free-kick goes straight into the arms o Buffon.

On the 36th minute, A Chiellini conclusion goes wide after some really good action by Diego, Amauri, Iaquinta and the defender. Two minutes later, a powerful Diego shot from outside the area is saved by the keeper.

The 39th minute sees Poulsen come on for Diego. The Brazilian ace is applauded as he exits the stadium. Two minutes later, Amauri stopped for a foul in attack after some really good work. Menez tries a shot but the ball goes wide on the 42nd minute. The 44th minute sees a free-kick for Roma after a dubious foul of Amauri on Pizarro: Pizarro takes it but Chiellini clears.

On the 46th minute a A Poulsen shot goes high but two minutes later Felipe Melo wins a ball in midfield, advances, shoots and scores a great goal dfixing the final result on 3-1!
Juventus played a great game against a difficult team in a tricky stadium, once again responding to Ferrara’s instructions and bringing home a very important 3 points.

Serie A 2009/10 2nd Match Day
Rome, Stadio Olimpico
Sunday 30th August, 2009

ROMA – JUVENTUS: 1-3

Scorers: Diego (25th), De Rossi (36th), Diego (68th), Felipe Melo (93rd)

ROMA: J. Sergio; Cassetti, Burdisso, Mexes, Riise (Vucinic 71st); De Rossi, Pizzarro; Taddei (Tonetto 46th), Perrotta (Cerci 80th); Menez, Totti. Reserves: Artur, Juan, Motta, Gubetti, Tonetto, Cerci, Vucinic. Coach: Spalletti.

JUVENTUS: Buffon; Grygera, Cannavaro, Chiellini, De Ceglie (Legrottaglie 74th);Tiago, Felipe Melo, Marchisio (Camoranesi 62nd); Diego (Poulsen 84th), Iaquinta, Amauri. Reserves: Manninger, Legrottaglie, Molinaro, Camoranesi, Poulsen, Del Piero, Trezeguet. Coach: Ferrara.

REFEREE: Rocchi

Yellow Cards: Tiago (15th), De Rossi (19th), Taddei (34th), Diego (36th), Perrotta (36th), Marchisio (44th), Grygera (80th), www.juventus.com


Friday, May 29, 2009

Del Piero and Marchisio : a pair of protagonists


All those who watched the match against Siena, witnessed the great match played by the captain and the youngster. Both players seemed to be on the same wavelength throughout crowned by two goals by the captain and another by the young midfielder.

The captain seemed to be very happy with the outcome of the match and positive about the future, even though rather disappointed with the outcome of the season in general: «It was a god match, we played well, we ran, we had many attempts, we even missed a few chances, but it was a great match. We were more concentrated then in the past few weeks. We had the right motivation and mentality and we have a coach who makes us see things positively. I would have preferred having ended the season in a different manner but we will work harder next year. Now we must try to end this season in the second place».

Asked how it feels to have Ciro Ferrara as coach after all the matches played together on the field: «As a player he was great. As a coach he just played one match but I really hope he will have many more sitting on the bench».

Claudio Marchisio came back from a series of injuries to immediately leave his impact in a crucial match for the final outcome of the season: «I am happy to have come back after a month of injuries. I feared cramps but I am glad to have healed well thanks to the staff. The team played well and we managed to put a large weight on the match from the first half».

The midfielder spoke of the changes in the last week: «We worked differently this week. It is normal with a change of coach. Today we felt we could cope with the heat. I am happy with the goal and I would like to thanks Alex for the pass. I try to help out even in the attack because that’s what all good players do and today I managed to do so well».www.juventus.com

Ferrara : I am already thinking of Lazio

After ten days of work on the field with the first team, Ciro Ferrara continues to be in the spot light with the most recent bulbs being those of the Juventus channel studios. The new Juventus coach was the special guest during the last episode of the season of Filo Diretto.

It was another occasion to receive the embraces of –even if only virtually- of the Juventus supporters after the victory against Siena: «The joy following the victory against Siena was soon forgotten and we are already thinking of the next match, on Sunday against Lazio».

Ferrara continues to work hard with the group in order to complete the job and confirm the second place in the championship, before ending the season and thinking of the future. «I don’t know what will happen after. I confirm all I have said after the first press conference. I am at the disposal of the club whatever the decision may be. Sunday is Nedved’s last match? To say the truth we have not yet understood whether Pavel will retire. If he does it will be a sad thing to see a champion like him leaving football just like it was said to see the end of the career of Paolo Maldini. They are both examples to follow for what they did both on the field and off it».

While at Juventus thoughts are shifted to the match against Lazio, everybody is still speaking of the Champions League final played yesterday with the victory of Guardiola’s Barcellona over Manchester United. Ferrara commented on the match and congratulated his colleague: «Barcellona deserved to win even though it was not a great game. I am very happy for Guardiola who I think established a record by winning three competitions in his first year as coach. It is a sign which shows that even young coaches can do well»juventus.com

Tuesday, May 19, 2009

2 Nama Suksesor ranieri

Nasib Claudio Ranieri di Juventus makin tidak menentu saja. Pasalnya hari ini dikabarkan manajemen Si Nyonnya Besar siap memilih pelatih pengganti Ranieri. Ada dua nama yang siap menggeser Tinkerman, Gian Piero Gasperini (Genoa) atau Luciano Spalletti (AS Roma).Gasperini pernah menukangi tim yunior Juve tahun 1994-2003. Ketika ditanya soal peluangnya jadi pelatih tim senior, Gasperini pernah bilang tak bisa menolaknya. Sedangkan Spalletti, meski terlihat mengecewakan bersama Roma musim ini tapi punya kemungkinan lebih besar untuk sukses.Kabar ini dilansir oleh harian ternama Italia La Gazzetta dello Sport, Selasa 12 Mei 2009. Mereka mengklaim kalau pertemuan manajemen Juve hari ini akan jadi penentu masa depan Ranieri di kota Turin. Ranieri dianggap sudah tidak lagi memberikan hasil terbaik buat Juve di berbagai kompetisi.Setelah tersingkir di semifinal Coppa Italia oleh Lazio, kini gelar Scudetto juga melayang dari tangan Si Nyonya Besar. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Juve juga tak bisa meraih kemenangan. Melawan tim lemah, Lecce, hanya hasil imbang 2-2 yang mereka persembahkan. Pun sama ketika melawan AC Milan akhir pekan lalu yang berakhir dengan skor 1-1.Kabar lain menyatakan kedatangan Gasperini dan Spalletti akan didampingi asisten pilihan. Yaitu John Elkann untuk Gasperini dan Antonio Conte untuk Spalletti.• VIVAnews