Showing posts with label Religion. Show all posts
Showing posts with label Religion. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

Eksistensi jiwa setelah kematian ?

Apakah eksistensi jiwa hanyalah sebuah mitos ataukah ada dalam kenyataannya ? sebagian ilmuwan menyatakan dari sudut pandang ilmiah (fisikal) bahwa kehidupan setelah kematian bagi manusia adalah tidak mungkin, maka satu-satunya cara adalah bertanya kepada mereka yang pernah mengalami kematian. Beberapa dokter seperti Raymond Moody, Ken Ring dan Bruce Gregson yang memeriksa pasien yang mengalami ‘hidup kembali’ dari kematian.

Namun jika jiwa adalah esensi manusia maka kebergantungan tubuh kepadanya niscaya ketimbang sebaliknya. Pengalaman kematian, yang menjelaskan kehidupan setelah kematian bisa datang dari NDE (near death experience). Dalam pada itu, ada baiknya juga dihubungkan dengan kapasitas tidur.

Rapid eye movement (REM) :

Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan (1) tidur paling ringan atau setengah sadar; (2) tidur lebih dalam; (3) tidur paling dalam; (4) mimpi; adapun mimpi adalah pemenuhan jiwa pada hasrat-hasrat fisik atau mental emosional yang belum terpenuhi di masa sadar (Yusuf Zainal)

Malfungsi tidur : narcolepsy (serangan tidur mendadak), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, depresi, sleep paralysis (tindihan). 


Kematian didefinisikan sebagai “seseorang yang semua fungsi otaknya benar-benar terhenti tanpa bisa dipulihkan lagi termasuk batang otak” (Komite pusat utuk kajian problem-problem moral danprilaku (kode etik) Fakultas Kedokteran Harvard University, tahun 1981) 

Cara memperoleh pengetahuan : (1) panca indera; (2) perasaan-akal praktis; (3) intelek-akal teoritis; (4) intuisi & mimpi; (5) wahyu;

Ilmuwan As, Ado Snandick berpendapat “mata manusia tidak dapat melihat keberadaan suatu benda dalam ruangan lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu. Dalam sejarah, orang, benda dan lain-lain yang hilang secara misterius adalah masuk kedalam lorong waktu.

John Buckally mengemukakan teori hipotesanya, (1) obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan/fisikal, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, (2) lorong waktu diluar sistem waktu, lorong waktu dapat bersifat searah, berlawanan arah, berbalik, lurus, bahkan diam, (3) terhadap dunia fana (ruang fisik) di bumi maka konsekuensinya ditempuh secara misterius. Dalam Buddhisme ada peribahasa “bagaikan sehari di kahyangan tapi rasanya sudah ribuan tahun di bumi”

Otak, kulit bagian atas (neo korteks) ialah yang memberikan sifat-sifat diri, identitas dan kemampuan melakukan tindakan, kulit bagian bawah demi mengontrol fungsi-fungsi fisik otak (keseluruhannya) bertanggungjawab atas kontrol fungsi entitas hidup secara keseluruhan.  
     
Mekanisme kinerja jantung-otak-jiwa  : (1) Otak mengikat jantung (hubungan dengan alam fisik) (2) Otak mengikat jiwa (hubungan dengan alam spiritual) (Yusuf Zainal)

Tuesday, February 18, 2014

Syirik Dan Orientasi Manusia


Syirik sebagai suatu dosa terbesar dalam agama tidak dapat dipahami secara gradual apalagi dikotomi vis an sich  melainkan penyusupan total dalam semua sendi relung kehidupan. Syirik besar merupakan syirik yang jelas dan terbuka jika seorang makhluk merasa menjadi hamba (abdi Tuhan) namun disaat yang sama juga menjadi hamba dari selain Tuhan, sejatinya dengan kondisi demikian sama saja dengan menolak Tuhan karena syirik menolak keesaan Tuhan yang berarti menafikan kekuasaanNya.
Dimasa kini tidak sulit untuk menemukan pelaku syirik besar tetapi tidak demikian dengan syirik kecil, sang pelaku seolah-olah beriman dan mengakui keesaan Tuhan namun tanpa disadarinya ia telah melakukan syirik, ia memang tidak memberikan loyalitasnya kepada selain Tuhan, walau demikian tanpa disadarinya terselip ke”tuhan”an pada hal-hal yang lain yang justru membuatnya semakin jauh dari Tuhan.
Kecintaan pada dunia dan hawa nafsu insaniyah menjadi faktor yang melalaikan manusia dari penyatuan. Tuhan menghendaki penyatuan karena keesaan adalah diriNya disisi lain manusia berjuang demi memurnikan ketaatannya hanya kepada Tuhan. Seringkali manusia diperdayakan oleh panjangnya angan-angan, hawa nafsu (indrawi) yang terus mengejar, akal pikiran dan hati nurani yang dideterminasi alam bawah sadar yang berorientasi inderawi maupun kesan-kesan semu, misal kebanggaan diri, pemuja harta, kedudukan, kebergantungan pada selain Tuhan.
Meski dengan akalnya manusia menyadari bahwa ia akan menuju kepada kefanaan[1], hati nurani yang selalu menuntun manusia mencapai nilai–nilai spiritual, misal kesenangan dalam berbuat baik, pengorbanan, cinta kasih sesama, dlsb, manusia dalam ketidakberdayaan menghadapi pusaran material duniawi baik yang terang maupun berselubung ukhrawi yang semuanya menempatkan kebahagiaan sebagai pemenuhan ego manusia bagaimanapun caranya. Orientasi seorang manusia hendaklah menjalankan fungsi kemakhlukannya dengan berperan sebagai hamba Tuhan jika tidak maka kemanusiaannya tidak bergerak dari sekedar makhluk biasa. (Yusuf Zainal)
 


[1] Dimaksudkan kefanaan material bukan kefanaan esensi manusia

Thursday, May 2, 2013

Hikayat Akhlaq

Hasan dan Husein as pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat. Waktu itu ada seorang tua yang sedang berwudhu. Husein as memperhatikan dengan seksama gerakan orang tua itu. Benar, wudhunya tidak tepat! Tapi apa yang bisa dilakukan?
 Husein kemudian memandang kakaknya, Hasan. Dari pandangannya, Hasan merasa Husein ingin menyampaikan sesuatu. Dengan berhati-hati agar jangan sampai orang tua itu merasa sedang dibicarakan, Husein mengisyaratkan matanya ke orang tua itu. Akhirnya Hasan memahami masalahnya dan dengan melihat apa yang tengah dilakukan orang tua itu, ia segera memahami bahwa orang tua itu tidak memahami cara berwudhu yang benar.
Husein dengan perlahan-lahan berbisik ke telinga kakaknya dan berkata, "Bagaimana kita harus mengatakan bahwa wudhu orang tua ini salah?"
 Hasan berpikir sesaat dan berkata, "Kita dapat mengajarinya secara tidak langsung bagaimana berwudhu yang benar."
Husein bertanya, "Bagaimana?"
Hasan as mengutarakan rencananya. Mendengar rencana itu, Husein senang dan menyetujuinya. Mereka kemudian mendekati orang tua itu dan berkata, "Pak! Kami berdua ini adalah saudara. Kami saling menyalahkan wudhu yang lain. Bila Anda bersedia, tolong menjadi pengadil di antara kami agar masalah yang kami hadapi ini selesai dan kami dapat memahami wudhu siapa yang salah."
Orang tua itu menerima dan berkata, "Baiklah. Sekarang kalian berwudhu agar saya melihat siapa yang wudhunya benar."
Husein yang lebih kecil maju ke depan dan mulai berwudhu. Orang tua itu menyaksikan dan merasa bahwa wudhunya benar. Perlahan-lahan orang tua itu mulai memahami bahwa wudhunya yang salah. Tapi ia mencoba bersabar untuk melihat bagaimana saudaranya yang lebih tua berwudhu agar lebih yakin apakah wudhunya salah atau benar.
Hasan as kemudian berwudhu. Wudhu yang dilakukannya sempurna dan tidak ada yang kurang. Pada waktu itulah orang tua itu memahami kalau wudhu dua anak bersaudara ini sempurna dan benar. Sebaliknya, wudhunya yang salah. Setelah itu ia berkata, "Semoga Allah Swt menjaga kalian berdua! Wudhu kalian benar dan tidak ada yang salah. Tapi saya baru memahami kalau sampai sekarang wudhu yang saya lakukan ada kesalahan. Kalian berdua mampu membuat saya memahami kesalahan yang kulakukan selama ini."
 Dua bersaudara itu mengucapkan terima kasih kepada orang tua itu dan mengucapkan selamat tinggal. Tapi... Tapi ada yang menggelitik hati orang tua itu. Ia mengatakan, "Dua anak remaja yang cerdas dan berakhlak ini ingin mengajariku agar memahami kesalahan yang kulakukan selama ini."
Akhirnya, di dalam hatinya, orang tua itu mengucapkan terima kasih kepada dua anak itu di dalam hatinya. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Keutamaan Sayyidah Zahra as

   Hari ini tanggal 20 Jumadil Tsani adalah hari kelahiran Sayidah Fathimah az-Zahra as. Putri Rasulullah Saw yang disebut oleh Allah Swt sebagai kebaikan yang banyak atau al-Kautsar. Beliau lahir dan dibesarkan oleh ayahnya, Rasulullah Saw untuk kemudian mendidik generasi suci dan terpilih. Sayidah Fathimah as berhasil mengantarkan ruh perempuan ke puncak kesempurnaan dan itu adalah keridhaan Allah ada pada keridhaannya dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaannya.
            Perempuan yang disebut dalam al-Quran memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Tapi Sayidah Fathimah as seorang diri memiliki semua kelebihan itu. Beliau sama seperti Sayidah Maryam yang sucidan disucikan dan seperti Sayidah Hajar sebagai simbol ketegaran dan tawakal. Bukan saja seluruh kelebihan ini telah berkumpul pada diri Sayidah Fathimah, tapi beliau sendiri merupakan salah satu penduduk bumi terbaik. Dari sini, derajat dan ciri khas kepribadian Sayidah Fathimah as harus dicari dalam ayat-ayat al-Quran dan sabda Rasulullah Saw.
            Ketika Rasulullah Saw kehilangan dua putranya yang bernama Abdullah dan Qasim, mereka yang membenci beliau mulai mengata-ngatai beliau sebagai orang yang "Abtar" atau orang yang tidak memiliki keturunan. Di masa itu, menyusul kelahiran Sayidah Fathimah as, Allah Swt menurunkan surat al-Kautsar dan merupakan kabar gembira tertinggi yang pernah disampaikan kepada beliau. "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al-Kautsar." (QS. al-Kautsar: 1)
Kata Kautsar berasal dari akar katsrah yang berarti banyak dan maksud dari Kautsar adalah kebaikan yang banyak. Yakni, wahai Nabi Saw, Kami memberikan kepadamu seorang putri yang menjadi sumber kebaikan. Kami akan memberimu seorang putri yang bila semua keutamaan manusia ditampilkan utuh dalam bentuk manusia, maka itu adalah Fathimah az-Zahra as. Kelanjutan dari ayat ini Allah Swt berfirman kepada Rasul-Nya, "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus." (QS. al-Kautsar: 2-3)
Imam Fakr ar-Razi saat menafsirkan surat al-Kautsar menulis, "Kautsar memiliki delapan makna dan kesemua makna itu tentang Sayidah Fathimah az-Zahra." Setelah itu ia menyinggung sejumlah Imam Maksum as dari keturunan Fathimah as dan menyebut keberadaan mereka sebagai dalil atas kebaikan yang banyak dari perempuan besar ini. Iya, bagaimana Fathimah Zahra as tidak menjadi kebaikan yang banyak, sementara ribuan sungai yang jernih bersumber dari mata air hidayah ini. Diturunkannya surat al-Kautsar dan pentakbiran yang tinggi semacam ini tentang Fathimah az-Zahra as, itupun di masa Jahiliah dimana perempuan tidak memiliki hak sedikitpun, menunjukkan posisi insaniah perempuan dalam agama Islam. Keberadaan yang menjadi sumber kebaikan dan berkah dalam sejarah umat manusia.
Ayat Tathir, ayat 33 surat al-Ahzab, merupakan satu lagi dari ayat-ayat tentang Sayidah Fathimah az-Zahra as. Dalam ayat ini disebutkan, "... Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Menurut mayoritas ulama Ahli Sunnah dan seluruh ulama Syiah, ayat ini diturunkan khusus untuk Ahli Bait Rasulullah Saw. Ketika ayat Tathir diturunkan, Rasulullah Saw memanggil Fathimah, Ali, Hasan dan Husein as dan menutupi mereka dengan jubahnya dan berkata, "Ya Allah! Mereka adalah Ahli Baitku dan sucikan mereka dari segala dosa."
            Imam Fakr ar-Razi dalam Tafsir Kabir, Suyuthi dalam ad-Durr al-Mantsur dan Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Ahli Bait dalam ayat ini adalah Ali, Fathimah, Hasan dan Husein as. Ummu Salamah, istri Rasulullah Saw mengatakan, "Ayat Tathir diturunkan di rumahku. Pada waktu itu Fathimah, Ali, Hasan dan Husein juga berada di sana. Kemudian Rasulullah Saw melepaskan jubahnya dan menutupi mereka lalu berkata, "Ya Allah! Mereka ini adalah Ahli Baitku. Hilangkan kotoran dan keburukan dari mereka serta sucikan mereka."
 Mengenai Fathimah az-Zahra as juga dipakai pentakbiran seperti Lailatul Qadr. Biasanya tidak banyak orang yang dapat menemukan hakikat Lailatul Qadr, tapi bila ada orang yang menemukannya, sesuai dengan kadarnya, maka sekadar yang didapatkannya dapat mengubah jalan hidupnya. Orang akan semakin dekat kepada Allah Swt. Sayidah Fathimah az-Zahra as juga demikian. Yakni, mungkin saja ada orang atau masyarakat yang menyatakan cintanya kepada Fathimah as, tapi ia tidak menemukan hakikatnya, kecuali memahami hal-hal lahiriah dari keberadaan beliau. Mengetahui kehidupan dan pelbagai dimensi hakiki beliau serta mengamalkannya dapat mengubah jalan kehidupan dan nasib manusia.
            Begitu juga dengan Lailatul Qadr yang menjadi malam diturunkannya berkah dan nilai-nilai. Sayidah Fathimah as yang merupakan kebaikan yang banyak bagi Nabi Saw juga tempat diturunkan dan sumber keutamaan, berkah, nilai dan kemuliaan. Selain itu, Lailatul Qadr merupakan waktu berkumpulnya malaikat dan di saat ini juga berkah alam malakut semakin banyak dan siapa yang dapat memanfaatkannya akan mendapat kebaikan yang banyak. Siapa yanglebih dekat kepada Sayidah Fathimah as dan memanfaatkan wujudnya bakal mendapat keutamaan dan mengamalkan sifat-sifat malaikat, sehingga dirinya lebih dekat dengan alam malaikat dan kesucian.
Allah Swt dalam ayat 61 surat Ali Imran berfirman, "Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya), ‘Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."
Ayat ini diturunkan terkait peristiwa Mubahalah antara Nabi Muhammad Saw dan Kristen Najran. Dalam peristiwa ini, setelah perwakilan warga Kristen Najran tetap tidak beriman di hadapan argumentasi kuat Nabi Saw, disepakati dilakukan Mubahalah dan laknat Allah akan dijatuhkan kepada pihak yang batil. Ketika Kristen Najran menyaksikan Nabi Saw hanya membawa Fathimah, Ali, Hasan dan Husein as, ke tempat yang telah ditentukan untuk bermubahalah, mereka mulai dihinggapi ketakutan diturunkannya laknatkepada mereka. Akhirnya, mereka membatalkan Mubahalah. Peristiwa ini dinukil lewat hadis-hadis mutawatir dan masyhur antara Syiah dan Sunni, bahkan mendekat ijma.
Dalam ayat Mubahalah, kata "istri-istri kami" terbatas hanya kepada Sayidah Fathimah az-Zahra as, sekalipun digunakan dalam bentuk plural. Padahal banyak tokoh perempuan agung lainnya di masa itu, tapi tidak satupun yang diajak untuk bermubahalah. Karena bermubahalah dengan Kristen Najran bukan satu peristiwa biasa. Oleh karenanya, hanya orang-orang maksum dan layak yang dibawa serta oleh Rasulullah Saw. Peristiwa Mubahalah merupakan bagian sejarah Islam yang sangat penting dan tentu saja hadir dalam peristiwa ini membutuhkan keimanan yang luar biasa. Nabi Muhammad Saw hanya memilih Sayidah Fathimah as dari seluruh perempuan muslimah yang ada. Karena beliau berada pada posisi umat dari kalangan perempuan.
Dalam surat al-Insan Allah menjelaskan orang-orang yang baik dengan firman-Nya, "(yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih." (QS. al-Insan: 6-9)
Ayat-ayat ini diturunkan mengenai keluarga putri Rasulullah Saw. Pada waktu itu, Hasan dan Husein as dalam kondisi sakit. Sayidah Fathimah dan Imam Ali as kemudian bernazar untuk berpuasa selama tiga hari bila kedua anak mereka sembuh. Ketika keduanya sembuh, Sayidah Fathimah dan Imam Ali as diikuti kedua anak mereka harus melaksanakan nazar mereka untuk berpuasa selama tiga hari. Namun dalam tiga hari berpuasa itu, setiap harinya ada orang yang datang mulai dari orang miskin, anak yatim dan tawanan yang meminta makan. Akhirnya, selama tiga hari itu pula, makanan untuk berbuka mereka diberikan kepada tiga orang itu. Sebagai bentuk penghargaan atas perbuatan mereka, ayat-ayat surat al-Insan ini diturunkan oleh Allah Swt. (IRIB Indonesia)

Saturday, February 9, 2013

SEORANG BHIKKHU YANG BAHAGIA – KEBENARAN MULIA KETIGA: AKHIR DUKKHA

Suatu ketika terdapat seorang pemuda yang kaya raya dan memiliki kedudukan yang tinggi.Dia menyadari bahwa penderitaan akan dialami oleh semua orang kaya maupun miskin.Jadi dia memutuskan untuk menjadi seorang bhikkhu untuk berlatih meditasi.Dia selalu tersenyum berbahagia dalam kehidupan sucinya.Suatuketika biksu tadi melewati sebuah kerajaan.Raja kerajaan itu hendak mengundang biksu tersebut. Namun si raja merasa terhina melihat biksu tersebut tidak menyadari kedatangan raja dan hanya tersenyum.

Melihat ketidaksenangan si raja, seorang biksu tua berkata: “Bersabarlah, rajaku, dan saya akan mengatakan sebab mengapa dia berbahagia. Tidak banyak orang yang mengetahuinya.Dulu dia juga seorang raja seperti halnya dirimu.Tapi setelah meninggalkan kerajaannya dan memutuskan menjadi seorang biksu, dia menemukan kebahagiaan yang dia cari-cari.Duduk sendirian di dalam hutan, dia tidak memiliki rasa takut dan tidak perlu dikawal oleh para penjaga.Dia telah menemukan kedamaian dalam meditasi. ”Sang raja akhirnya menyadari apa arti sesungguhnya dari kebahagiaan. (What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

Monday, December 10, 2012

Seks Dalam Budaya Di Nusantara


Hubungan seks zaman dulu di nusantara konon dikaitkan dengan kesuburan bumi maupun kemakmuran rakyat, lebih khusus lagi kalangan keraton. Seorang raja yang menunjukan kehebatan dan potensi besar seksual maka kerajaan akan kuat dan makmur. Banyaknya anak dan keturunan sebagai perlambang kesuburan rakyatnya. Paku Buwono X yang memiliki puluhan anak dan ratusan cucu sering dinilai sebagai raja terbesar tanah Jawa.

Simbol-simbol seksualitas tersebar pada berbagai peninggalan tradisional, pemujaan pada lingga, yoni, hubungan seksual dan alat kelamin dianggap sebagai simbol pusaka. Di Candi Sukuh, alat kelamin laki-laki (Raja) dipahatkan di bagian depan pintu gerbang dan di belakangnya ada pahatan Vagina (Ratu), keduanya merupakan pusaka dan gambaran magis ketimbang pornografi.

Nuansa Hindu-Budha

Keraton Surakarta dengan tari Bedaya Ketawang dan Yogyakarta dengan tari Bedaya Semang sebagai memperingati dan mengaktualisasikan hubungan dengan Ratu samudera. Tarian yang dilakukan sembilan penari perempuan yang dalam keadaan suci (perawan), konon orang kadang melihat penari kesepuluh yang tercantik tiba-tiba ikut menari, mitos yang beredar adalah Nyi Roro kidul.

Adapun filosofi sembilan penari ini sebagai pelambang sembilan dewi yang menyertai dewa tertinggi (Syiwa) dalam sebuah konfigurasi keadaan berhubungan seks. Syiwa dikenal sebagi dewa yang menonjol bertapa dan potensi seksualnya. Kakawin Swaradahana menceritakan bahwa anak yang sakti dari dewa ini terwujud setelah Syiwa dan Dewi Parwati melakukan hubungan seks (diselingi makan dan minum) selama bertahun-tahun.

Dalam Vajrayana hubungan seks menjadi jalan kepada Mahasukha atau kebahagiaan agung yang didasari oleh pemahaman dan penghayatan akan kebenaran yang bersifat transenden. (Yusuf Zainal)

Wednesday, October 19, 2011

RAKIT – KEBENARAN MULIA KEEMPAT: JALAN MENUJU AKHIR DUKKHA

Seorang laki-laki yang sedang kabur dari kejaran perampok sampai di sebuah tepian sungai.Dia menyadari bahwa seberang sungai sana akan lebih aman untuknya. Namun, sayangnya dia tidak melihat sebuah perahu atau jembatan untuk menyeberangi sungaitersebut.Jadi secepat kilat dia mengumpulkan kayu, batang, ranting, dan dedaunan untuk dijadikan sebuah rakit.Dan dengan bantuan rakit tersebut, dia akhirnya dapat menyeberang dengan selamat ke seberang sungai.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

JEBAKAN MONYET – KEBENARAN MULIA KEDUA : SEBAB DUKKHA

Di Cina, monyet-monyet ditangkap dengan sebuah cara yang unik.Si pemburu pertama-tama akan mengambil sebuah kelapa.Dia kemudian membuat sebuah lubang yang hanya cukup bagi sebuah tangan masuk kedalamnya tanpa menggenggam apapun.Dia kemudian akan mengisi kelapa tersebut dengan kacang-kacangan dan meletakkannya di tempat-tempat yang biasa dilalui monyet.Sebelum pergi, si pemburu akan menyebarkan beberapa kacang disekitar kelapa.Cepat atau lambat, seekor monyet akan melalui tempat tersebut.

Pertama-tama si monyet akan memakan kacang yang ada ditanah.Kemudian si monyet akan menemukan bahwa di dalam kelapa terdapat lebih banyak kacang.Ketika dia memasukkan tangannya dan menggenggam kacang-kacang tersebut, si monyet akan kesulitan mengeluarkan tangannya.Dipaksa bagaimanapun juga tidak bisa keluar.Si monyet kemudian mulai menangis atau marah.Namunkarena tidak melepas genggamannya, tak lama kemudian si pemburu datang dan menangkapnya.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

Saturday, October 15, 2011

KISA GOTAMI – KEBENARAN MULIA PERTAMA: DUKKHA

Kisa Gotami adalah seorang wanita muda dari keluarga kaya raya yang juga seorang istri dari seorang pedagang kaya. Ketika berusia sekitar setahun, anak laki-lakinya tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal.Larut dalam kesedihan, Kisa Gotami berkeliling dari rumah ke rumah dan memohon kepada setiap orang yang dia jumpai kalau ada yang bisa membangkitkan anaknya kembali. Tentu tidak ada seorang pun yang bisa menyanggupi permohonannya.

Akhirnya dia bertemu dengan seorang penganut ajaran Buddha dan menyuruhnya untuk menemui Buddha Gautama. Ketika Kisa Gotami membawa bayi yang telah meninggal tersebut ke hadapan Sang Buddha, Buddha Gautama berkata padanya: “Hanya terdapat satu cara utuk menyelesaikan masalahmu.Pergi dan bawalah lima benih dari keluarga yang belum pernah ada satu anggota keluarganya pun yang telah meninggal.” Kisa Gotami beranjak pergi dan bertanya dari rumah ke rumah namun tidak ada satu keluarga pun yang belum pernah mengalami kematian dari anggota keluarganya. Menyadari maksud Sang Buddha, Kisa Gotami akhirnya kembali menemui Sang Buddha dan menjadi biksuni.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

Saturday, September 10, 2011

Hikmah Ramayana

Epos Ramayana adalah salah satu warisan peradaban dunia.Bersama Mahabharata, keduanya adalah bagian dari mitologi India dan tradisi Hindu.Kisah besar ini bukanlah sekedar sejarah atau biografi, bahkan pujangga besar yang menulisnya juga tidak mengarang sendiri.Mereka hanya merangkai jalinan-jalinan memori masyarakat yang sarat nilai kehidupan, spritualitas, budaya yang berasaskan pada semangat para pendahulu yang menginginkan kebaikan ketimbang kesenangan yang semu karena mereka dapat melihat lebih banyak misteri kehidupan.

Sebagaimana pentingnya mitologi Yunani bagi peradaban Eropa, kitab suci Qur’an bagi masyarakat muslim, Al Kitab bagi masyarakat Yahudi dan Kristen.Tanpa memahami Ramayana dan juga Mahabharata, kita tidak akan bisa memahami struktur peradaban dan sosial bangsa India, salah satu peradaban terbesar dan tertua dunia.
Setiap kebudayaan besar dan agama membutuhkan mitologi, disinilah Ramayana dan Mahabharata menempati posisi yang tinggi yakni sebagai elemen mitologi disamping falsafah dan ritual, orang tidak mengenal dharma Hindu tanpa mengenal Rama, Shinta, Hanoman, Rahwana, Kumbakarna, Pandawa, Krisna maupun Kurawa.Semua itulah yang melestarikan cita rasa agama dan bangsa terlebih demi fondasi spiritual yang stabil mencerahkan kehidupan.

Kisah Ramayana dimulai dengan kunjungan Resi Batara Narada ke asrama Walmiki di suatu pagi.Setelah memberikan salam, Walmiki bertanya,”Batara yang tahu segalanya, siapakah pahlawan dunia yang paling berbudi luhur dan bijaksana ?”

Dengan kekuatan supranatural, Narada tahu alasan Walmiki menanyakan pertanyaan itu.Ia pun menjawab, “Ia dilahirkan dalam dinasti titisan Batara Surya.Sekarang, ia menjadi penguasa Ayodya.” Kemudian Resi Narada menceritakan kisah Rama pada Walmiki.Walmiki amat terkesan dengan ceritanya sehingga ia terus merenungkan cerita itu.

Di suatu saat ketika Walmiki pergi ke sungai Tamasa untuk membersihkan diri guna melakukan sembahyang pagi, di pinggiran sungai ia melihat sepasang burung yang sedang bermain asmara sambil berkicau indah.Tiba-tiba, si burung jantan tumbang ke tanah setelah panah pemburu mengenainya.Akhirnya sang burung betina pergi dengan menangis pilu.

Menyaksikan semua itu, Walmiki mengutuk dengan keras sang pemburu,”Hai pemburu karena kau telah membunuh burung yang sedang berasmara, maka kau akan mengembara tanpa rumah sepanjang hidupmu.”

Tak lama kemudian amarah sang Resi mereda, ia pun menyesal telah terbawa amarah,”Apa hakku mengutuk pemburu itu ? mengapa aku biarkan diriku dikendalikan emosi ? ”

Ketika merenungkan kutukannya, sang resi menyadari keindahan irama kutukan itu.Ia menyadari bahwa rasa kasihan (soka) yang melandanya telah berbuah sloka (syair) yang sangat indah.Resi kemudian berpikir bahwa semua ini adalah bagian dari rencana dewata yang misterius.

Ketika sang Resi Walmiki bermeditasi meminta petunjuk, maka ia berjumpa Dewa Brahma yang bermuka empat.Brahma berkata,”Jangan takut.Semua itu terjadi supaya engkau menulis kisah Rama.Kedukaan (soka) melahirkan syair (sloka).Engkau haruss menulis kisah itu dengan birama dan irama seperti itu.Aku akan memberimu penampakan untuk melihat mereka sejelas engakau melihat apa yang ada di telapak tanganmu.Dan, dengan restuku, engkau mendaraskan syair ini demi kebaikan seluruh dunia.”

Walmiki beserta murid-muridnya kemudian mendaraskan Ramayana, sebagaimana yang digariskan Brahma,”Selama gunung-gemunung tetap berdiri tegak dan sungai-sungai mengalir.Ramayana akan terus dikisahkan demi menegakkan dharma menyelamatkan manusia dari dosa.” (yusuf zainal)

Monday, August 22, 2011

Simbol-Simbol Dalam Buddhisme


Di dalam Buddhisme, sebagaimana agama-agama lainnya juga memiliki simbol yang dihormati.Ada 3 objek dalam Buddhisme, yakni Saririka (relik-relik jasmani sang Buddha), Uddesika/rupang (simbol agama seperti patung dan gambar) Sang Buddha dan Cetiya (pagoda).

Adalah tradisi umat Buddha membangun rupang membuat rupang buddha, membangun pagoda serta menanam pohon bodhi di setiap Vihara sebagai penghormatan keagamaan.

Sesungguhnya dalam filosofi buddha tidaklah dianggap sebagai penyembahan berhala, melainkan sebagai perantara dalam wujud penghormatan kepada simbol-simbol suci, tidak terkecuali terhadap tokoh-tokoh agung yang dianggap layak diberi penghargaan.

Penghargaan dilakukan sebagai aplikasi kebajikan yang dilestarikan setelah sebelumnya sang guru agama memberi contoh pencapaian kesempurnaan tertinggi dsri pencerahan.Simbol-simbol hanya tanda yang membantu mengingat sang Buddha dengan melafalkan kalimat-kalimat yang memuliakan kebajikannya.

Mengenal Orang Melik

Jika dalam kehidupan ini kita telah mengakui adanya manusia-manusia luar biasa atau ‘setengah dewa’ acapkali diistilahkan, para Nabi sebagai contohnya, mereka adalah manusia-manusia infallible (maksum).Mereka memiliki kemampuan mendapatkan wahyu dan masuk ke alam spiritual yang lebih tinggi dari manusia umumnya.Belakangan ini juga telah dieksplanasikan mengenai manusia indigo, jenius luar biasa, ada juga manusia pra setan seperti keyakinan eskatologis aliran tertentu yang bisa dilihat seperti dalam film The Omen dan sejenisnya.

Orang Melik adalah spesies unik yang saya rasa perlu ditambahkan dari kategori manusia diatas.Melik adalah orang yang terlahir dengan berbagai kelebihan sesuai karmanya dahulu.Seringkali kelebihannya dihubungkan dengan fisik yang menarik seperti tampan atau cantik, santun maupun disukai banyak orang.Sayangnya orang melik tak bisa lama hidup karena ditakdirkan berusia pendek.

Keberadaan orang melik biasanya diketahui setelah dia meninggal.Hal ini baru bisa terungkap melalui tradisi meluasan (menurunkan roh) sebelum upacara ngaben sesuai tradisi Hindu.Konon roh orang meninggal, lewat media dukun akan mengatakan dirinya berusia pendek karena terlahir melik.

Sejatinya kelahiran dan kematian merupakan sebuah rahasia.Tak ada yang dapat menentukan secara pasti, seseorang tidak akan dapat menghindari kematian sebagaimana ia juga tidak pernah meminta untuk dilahirkan.Dalam keyakinan reinkarnasi antara kelahiran dan kematian akan selalu berputar sesuai karmanya dahulu.Dalam hal ini ada sejumlah spiritualis yang berusaha menyingkap misteri melik ini, Pranata Mangsa sebagai pedoman hari baik dan buruk biasanya menjadi media yang digunakan, dus sebagian dari mereka menekankan pada hari kliwon.Alasannya kliwon memiliki energi yang lebih besar dari hari lainnya juga merupakan hari khusus makhluk halus maupun penekun ilmu ghaib.

Kalau begitu setiap orang yang terlahir pada hari kliwon memiliki potensi sebagai orang melik.Saya teringat akan sebuah film horror Indonesia era 80an dimana disitu mengisahkan seorang perempuan Amerika yang terlahir pada hari kliwon, meskipun berpendidikan tinggi dan latar belakang budaya materialis tapi ia malah sangat menggemari mistik, sehingga ia memutuskan pergi ke Bali dan menyelidiki tentang leak, berkenalan dengan ratu leak, berguru kepadanya sampai menjadi leak.Mungkin inilah yang dimaksud bakat mistik ?!

Dalam tempo yang belum lama ini saya teringat dengan film horror Thailand yang judulnya Colic.sedikit berbeda dengan film sebelumnya, film yang ini kental dengan nilai Budhis.Mengenai seorang anak bayi yang mendapatkan karma buruk, bahkan karena saking buruknya membuat orang-orang terdekatnya seperti ayah, ibu dan neneknya mengalami kesialan.Diujung cerita anak ini akhirnya mendapatkan semacam rapalan mantra doa dari seorang biksu.Bencana besar yang dikhawatirkan menimpa tetap terjadi meski secara ajaib anak itu selamat dan setelah itu kehidupannya menjadi titik balik ke arah yang positif ? yang dapat saya tangkap yakni karma itu tidak dapat dihapus atau dirubah tapi dapat dibuang unsur negatifnya.Wallahu a’lam