If you make people think they're thinking, they'll love you: but if you really make them think, they'll hate you.
Tuesday, March 11, 2014
Eksistensi jiwa setelah kematian ?
Tuesday, February 18, 2014
Syirik Dan Orientasi Manusia
Thursday, May 2, 2013
Hikayat Akhlaq
Keutamaan Sayyidah Zahra as
Saturday, February 9, 2013
SEORANG BHIKKHU YANG BAHAGIA – KEBENARAN MULIA KETIGA: AKHIR DUKKHA
Monday, December 10, 2012
Seks Dalam Budaya Di Nusantara
Wednesday, October 19, 2011
RAKIT – KEBENARAN MULIA KEEMPAT: JALAN MENUJU AKHIR DUKKHA
Seorang laki-laki yang sedang kabur dari kejaran perampok sampai di sebuah tepian sungai.Dia menyadari bahwa seberang sungai sana akan lebih aman untuknya. Namun, sayangnya dia tidak melihat sebuah perahu atau jembatan untuk menyeberangi sungaitersebut.Jadi secepat kilat dia mengumpulkan kayu, batang, ranting, dan dedaunan untuk dijadikan sebuah rakit.Dan dengan bantuan rakit tersebut, dia akhirnya dapat menyeberang dengan selamat ke seberang sungai.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)
JEBAKAN MONYET – KEBENARAN MULIA KEDUA : SEBAB DUKKHA
Di Cina, monyet-monyet ditangkap dengan sebuah cara yang unik.Si pemburu pertama-tama akan mengambil sebuah kelapa.Dia kemudian membuat sebuah lubang yang hanya cukup bagi sebuah tangan masuk kedalamnya tanpa menggenggam apapun.Dia kemudian akan mengisi kelapa tersebut dengan kacang-kacangan dan meletakkannya di tempat-tempat yang biasa dilalui monyet.Sebelum pergi, si pemburu akan menyebarkan beberapa kacang disekitar kelapa.Cepat atau lambat, seekor monyet akan melalui tempat tersebut.
Pertama-tama si monyet akan memakan kacang yang ada ditanah.Kemudian si monyet akan menemukan bahwa di dalam kelapa terdapat lebih banyak kacang.Ketika dia memasukkan tangannya dan menggenggam kacang-kacang tersebut, si monyet akan kesulitan mengeluarkan tangannya.Dipaksa bagaimanapun juga tidak bisa keluar.Si monyet kemudian mulai menangis atau marah.Namunkarena tidak melepas genggamannya, tak lama kemudian si pemburu datang dan menangkapnya.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)
Saturday, October 15, 2011
KISA GOTAMI – KEBENARAN MULIA PERTAMA: DUKKHA
Akhirnya dia bertemu dengan seorang penganut ajaran Buddha dan menyuruhnya untuk menemui Buddha Gautama. Ketika Kisa Gotami membawa bayi yang telah meninggal tersebut ke hadapan Sang Buddha, Buddha Gautama berkata padanya: “Hanya terdapat satu cara utuk menyelesaikan masalahmu.Pergi dan bawalah lima benih dari keluarga yang belum pernah ada satu anggota keluarganya pun yang telah meninggal.” Kisa Gotami beranjak pergi dan bertanya dari rumah ke rumah namun tidak ada satu keluarga pun yang belum pernah mengalami kematian dari anggota keluarganya. Menyadari maksud Sang Buddha, Kisa Gotami akhirnya kembali menemui Sang Buddha dan menjadi biksuni.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)
Saturday, September 10, 2011
Hikmah Ramayana
Sebagaimana pentingnya mitologi Yunani bagi peradaban Eropa, kitab suci Qur’an bagi masyarakat muslim, Al Kitab bagi masyarakat Yahudi dan Kristen.Tanpa memahami Ramayana dan juga Mahabharata, kita tidak akan bisa memahami struktur peradaban dan sosial bangsa India, salah satu peradaban terbesar dan tertua dunia.
Setiap kebudayaan besar dan agama membutuhkan mitologi, disinilah Ramayana dan Mahabharata menempati posisi yang tinggi yakni sebagai elemen mitologi disamping falsafah dan ritual, orang tidak mengenal dharma Hindu tanpa mengenal Rama, Shinta, Hanoman, Rahwana, Kumbakarna, Pandawa, Krisna maupun Kurawa.Semua itulah yang melestarikan cita rasa agama dan bangsa terlebih demi fondasi spiritual yang stabil mencerahkan kehidupan.
Kisah Ramayana dimulai dengan kunjungan Resi Batara Narada ke asrama Walmiki di suatu pagi.Setelah memberikan salam, Walmiki bertanya,”Batara yang tahu segalanya, siapakah pahlawan dunia yang paling berbudi luhur dan bijaksana ?”
Dengan kekuatan supranatural, Narada tahu alasan Walmiki menanyakan pertanyaan itu.Ia pun menjawab, “Ia dilahirkan dalam dinasti titisan Batara Surya.Sekarang, ia menjadi penguasa Ayodya.” Kemudian Resi Narada menceritakan kisah Rama pada Walmiki.Walmiki amat terkesan dengan ceritanya sehingga ia terus merenungkan cerita itu.
Di suatu saat ketika Walmiki pergi ke sungai Tamasa untuk membersihkan diri guna melakukan sembahyang pagi, di pinggiran sungai ia melihat sepasang burung yang sedang bermain asmara sambil berkicau indah.Tiba-tiba, si burung jantan tumbang ke tanah setelah panah pemburu mengenainya.Akhirnya sang burung betina pergi dengan menangis pilu.
Menyaksikan semua itu, Walmiki mengutuk dengan keras sang pemburu,”Hai pemburu karena kau telah membunuh burung yang sedang berasmara, maka kau akan mengembara tanpa rumah sepanjang hidupmu.”
Tak lama kemudian amarah sang Resi mereda, ia pun menyesal telah terbawa amarah,”Apa hakku mengutuk pemburu itu ? mengapa aku biarkan diriku dikendalikan emosi ? ”
Ketika merenungkan kutukannya, sang resi menyadari keindahan irama kutukan itu.Ia menyadari bahwa rasa kasihan (soka) yang melandanya telah berbuah sloka (syair) yang sangat indah.Resi kemudian berpikir bahwa semua ini adalah bagian dari rencana dewata yang misterius.
Ketika sang Resi Walmiki bermeditasi meminta petunjuk, maka ia berjumpa Dewa Brahma yang bermuka empat.Brahma berkata,”Jangan takut.Semua itu terjadi supaya engkau menulis kisah Rama.Kedukaan (soka) melahirkan syair (sloka).Engkau haruss menulis kisah itu dengan birama dan irama seperti itu.Aku akan memberimu penampakan untuk melihat mereka sejelas engakau melihat apa yang ada di telapak tanganmu.Dan, dengan restuku, engkau mendaraskan syair ini demi kebaikan seluruh dunia.”
Walmiki beserta murid-muridnya kemudian mendaraskan Ramayana, sebagaimana yang digariskan Brahma,”Selama gunung-gemunung tetap berdiri tegak dan sungai-sungai mengalir.Ramayana akan terus dikisahkan demi menegakkan dharma menyelamatkan manusia dari dosa.” (yusuf zainal)
Monday, August 22, 2011
Simbol-Simbol Dalam Buddhisme
Di dalam Buddhisme, sebagaimana agama-agama lainnya juga memiliki simbol yang dihormati.Ada 3 objek dalam Buddhisme, yakni Saririka (relik-relik jasmani sang Buddha), Uddesika/rupang (simbol agama seperti patung dan gambar) Sang Buddha dan Cetiya (pagoda).
Adalah tradisi umat Buddha membangun rupang membuat rupang buddha, membangun pagoda serta menanam pohon bodhi di setiap Vihara sebagai penghormatan keagamaan.
Sesungguhnya dalam filosofi buddha tidaklah dianggap sebagai penyembahan berhala, melainkan sebagai perantara dalam wujud penghormatan kepada simbol-simbol suci, tidak terkecuali terhadap tokoh-tokoh agung yang dianggap layak diberi penghargaan.
Penghargaan dilakukan sebagai aplikasi kebajikan yang dilestarikan setelah sebelumnya sang guru agama memberi contoh pencapaian kesempurnaan tertinggi dsri pencerahan.Simbol-simbol hanya tanda yang membantu mengingat sang Buddha dengan melafalkan kalimat-kalimat yang memuliakan kebajikannya.
Mengenal Orang Melik
Jika dalam kehidupan ini kita telah mengakui adanya manusia-manusia luar biasa atau ‘setengah dewa’ acapkali diistilahkan, para Nabi sebagai contohnya, mereka adalah manusia-manusia infallible (maksum).Mereka memiliki kemampuan mendapatkan wahyu dan masuk ke alam spiritual yang lebih tinggi dari manusia umumnya.Belakangan ini juga telah dieksplanasikan mengenai manusia indigo, jenius luar biasa, ada juga manusia pra setan seperti keyakinan eskatologis aliran tertentu yang bisa dilihat seperti dalam film The Omen dan sejenisnya.
Orang Melik adalah spesies unik yang saya rasa perlu ditambahkan dari kategori manusia diatas.Melik adalah orang yang terlahir dengan berbagai kelebihan sesuai karmanya dahulu.Seringkali kelebihannya dihubungkan dengan fisik yang menarik seperti tampan atau cantik, santun maupun disukai banyak orang.Sayangnya orang melik tak bisa lama hidup karena ditakdirkan berusia pendek.
Keberadaan orang melik biasanya diketahui setelah dia meninggal.Hal ini baru bisa terungkap melalui tradisi meluasan (menurunkan roh) sebelum upacara ngaben sesuai tradisi Hindu.Konon roh orang meninggal, lewat media dukun akan mengatakan dirinya berusia pendek karena terlahir melik.
Sejatinya kelahiran dan kematian merupakan sebuah rahasia.Tak ada yang dapat menentukan secara pasti, seseorang tidak akan dapat menghindari kematian sebagaimana ia juga tidak pernah meminta untuk dilahirkan.Dalam keyakinan reinkarnasi antara kelahiran dan kematian akan selalu berputar sesuai karmanya dahulu.Dalam hal ini ada sejumlah spiritualis yang berusaha menyingkap misteri melik ini, Pranata Mangsa sebagai pedoman hari baik dan buruk biasanya menjadi media yang digunakan, dus sebagian dari mereka menekankan pada hari kliwon.Alasannya kliwon memiliki energi yang lebih besar dari hari lainnya juga merupakan hari khusus makhluk halus maupun penekun ilmu ghaib.
Kalau begitu setiap orang yang terlahir pada hari kliwon memiliki potensi sebagai orang melik.Saya teringat akan sebuah film horror Indonesia era 80an dimana disitu mengisahkan seorang perempuan Amerika yang terlahir pada hari kliwon, meskipun berpendidikan tinggi dan latar belakang budaya materialis tapi ia malah sangat menggemari mistik, sehingga ia memutuskan pergi ke Bali dan menyelidiki tentang leak, berkenalan dengan ratu leak, berguru kepadanya sampai menjadi leak.Mungkin inilah yang dimaksud bakat mistik ?!
Dalam tempo yang belum lama ini saya teringat dengan film horror Thailand yang judulnya Colic.sedikit berbeda dengan film sebelumnya, film yang ini kental dengan nilai Budhis.Mengenai seorang anak bayi yang mendapatkan karma buruk, bahkan karena saking buruknya membuat orang-orang terdekatnya seperti ayah, ibu dan neneknya mengalami kesialan.Diujung cerita anak ini akhirnya mendapatkan semacam rapalan mantra doa dari seorang biksu.Bencana besar yang dikhawatirkan menimpa tetap terjadi meski secara ajaib anak itu selamat dan setelah itu kehidupannya menjadi titik balik ke arah yang positif ? yang dapat saya tangkap yakni karma itu tidak dapat dihapus atau dirubah tapi dapat dibuang unsur negatifnya.Wallahu a’lam



