Sunday, January 13, 2013

Jinyologi



Jinyologi atau ilmu seputar novel-novel Jinyong, tokoh-tokohnya, alur cerita, tempat menarik dan serba jinyong pokoknya. Istilah ini digunakan sekelompok cersilers ketika mereka mengklasifikasikan sejumlah novel-novel. Banyak penggemar jinyong yang menyusun berdasarkan beberapa kategori, misal tokoh -tokoh wanita cantik, pendekar-pendekar, orang hebat, wanita menarik, dan sebagainya.
Novel jinyong bermuatan karya sejarah, kaya dengan khazanah ilmu, kebudayaan Tiongkok pada umumnya dan sedikit Asia Timur. Kreasi jinyong hebatnya memperhatikan banyak unsur sehingga tidak membosankan layaknya menulis ulang sejarah ataupun malah mempermainkan sejarah seenaknya. Jinyong amat memperhatikan logika pada setiap kejadian, berkreasi dengan sejumlah tokoh fiktif yang justru menjembatani fakta sebagai pembungkus novelnya. Hal ini seolah-olah ia telah menulis legenda, padahal legenda merupakan cerita turun-temurun yang diyakini oleh suatu masyarakat, jadinya bukan hasil karangan satu orang. 
Dunia fakta dan fiksi bertemu dalam novel Jinyong, saya akan ambil contoh, dalam cerita Pangeran Menjangan Wei Xiaubo (Wi Siaupo) yang berteman dekat dengan Kaisar Konghi dari dinasti Qing (Manchu), ia mendapatkan banyak anugerah-pangkat, bahkan diutus menjadi negosiator masalah perbatasan kerajaan Qing dengan kekaisaran Russia, disaat itu Wei Xiaubo diceritakan sebagai orang yang paling berpengaruh dalam hal itu-tentu saja karena kedekatannya dengan kaisar- namun jangan lupa dalam perundingan dengan Russia, masih ada pejabat dinasti Qing yang memangku jabatan formal (sekelas menteri) dan ini merupakan tokoh nyata dalam sejarah. Jadi jika ia menulis Wei Xiaubo beristri 6, 7 bahkan 9 hal ini masih dalam batas cerita fiksi yang sah-sah saja, tapi jika ia menulis Wei Xiaubo memimpin perang dengan Russia, nah ini kebablasan namanya. Dalam contoh lain seperti kasus kematian RajaMongko dalam Kembalinya Pendekar Rajawali, ia terkena sentilan bunga persik dari Yang Guo (Yoko) yang mengejarnya dalam babak akhir peperangan di Xiangyang, serupa dengan kisah nyata, Raja Mongko mangkat di Xiangyang hanya saja tidak diketahui pasti apakah sebab kecelakaan atau dibunuh, apa ia terantuk atau dilempar batu. Jinyong pastinya tahu betul pentingnya semua hal ini.
Seringkali kita membaca sebuah novel baik novel sejarah maupun mencuplik peristiwa kesejarahan, tapi ironisnya penulis novel itu tidak mengingat betul nama-nama tempat maupun jarak, nama-nama tokoh sejarah tidak jelas bahkan simpang siur dengan tokoh lain-Yang saya maksud disini fakta-fakta sejarah umum bukan tafsiran sejarah yang bisa berbeda- seseorang tidak mungkin memalsukan perang antara kedua negeri, bencana alam yang menimpa ataupun penguasa yang berkuasa dalam sebuah wilayah tertentu karena dengan demikian jelaslah sebuah novel yang menyimpang dari pakem ini hanyalah memaksakan menulis sejarah padahal tidak ada sejarahnya dan untuk semua itulah saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Jinyong. Salah satu diantara sedikit penulis yang mampu meramu fakta dan fiksi dengan baik.
Sebagai catatan, yang saya apresiasikan dari novel jinyong tidak termasuk pada adaptasinya baik film maupun serial Tv. Adaptasi hanyalah sebuah upaya menafsirkan karya novel dan bukan ukuran untuk menilai yang pas, bahkan dalam beberapa hal justru terjadi penyingkatan yang mengurangi ‘greget’ roh khas dari Jinyong apalagi pengelaborasian yang tidak perlu, di mana yang terakhir ini  membuat ‘blur’ . Sekali lagi, sumber penilaian adalah karya Jinyong sendiri, yang otentik bukan yang dinisbatkan kepadanya.
Dalam kaitan ini, mengapresiasikan kegemaran saya, saya bermaksud menyusun daftar-daftar Jinyologi per-kategori :
1. Novel terbaik
2. 15 wanita tercantik
3. 15 pendekar terhebat
(tulisan ini akan terus di update)

Monday, December 24, 2012

*KONSEP HAK MILIK KELUARGA DAN SISTEM SOSIAL DALAM KAITANNYA DENGAN KEADILAN DAN KEMAKMURAN

1.MASALAH PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA

       Sebagai bagian dari hukum pada umumnya, hukum perdata juga bertujuan mengatur , sehingga didapati masyarakat yang damai dan adil. Hukum perdata menentukan bahwa didalam perhubungan antara orang, harus menundukan diri kepada apa saja kaidah yang harus diindahkan. Dalam hal ini hukum perdata memberikan wewenang-wewenang di satu pihak  dan di lain pihak ia membebankan kewajiban-kewajiban yang pemenuhannya-jika perlu dapat dipaksakan dengan bantuan penguasa.

            Berlakunya seseorang sebagai pembawa hak, mulai dari saat ia dilahirkan dan berakhir pada saat ia meninggal. Malahan jika perlu untuk kepentingannya, dapat dihitung surut hingga mulai orang itu berada di luar kandungan, asal saja ia kemudian dilahirkan hidup.

            Suatu perbuatan hukum hanya dapat memperoleh akibat hukum yang dimaksud secara lengkap, bilamana ia memenuhi syarat-syarat yang diadakan oleh hukum. Jika syarat-syarat diatas tidak dipenuhi, perbuatan itu lantas dapat diganggu gugat, yaitu dalam arti, bahwa perbuatan itu lantas adalah batal secara mutlak (perbuatan itu mulai ketika itu juga dan dalam keadaan apapun, tidak memperoleh efek hukum yang dituju, sedangkan setiap orang dapat memakai kebatalan itu dalam suatu gugatan) atau ia adalah batal secara nisbi.

            Batal secara nisbi ialah : kebatalannya hanya ada bilamana dan sekedar itu diminta oleh orang-orang tertentu. Di samping dua jenis kebatalan ini ada lagi yang disebut hal yang dapat dibatalkan : perbuatannya bagaimana juga memperoleh akibat hukum yang dimaksud, tetapi atas gugatan orang-orang tertentu dan untuk kepentingan orang-orang tersebut perbuatan tersebut dapat dinyatakan batal oleh hakim.

            Kecakapan dalam berbuat itu bisa dibedakan menjadi ;

a. kecakapan berbuat yang umum, dan
b. yang khusus

            Kecakapan berbuat yang umum adalah kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum dalam umumnya, sedangkan kecakapan berbuat yang khusus ialah kecakapan untuk berbuat suatu perbuatan hukum jenis tertentu saja.

            Yang dimaksud dengan pertanggungjawaban perdata ialah segala perbuatan hukum dalam lingkup privat (hak-hak dan kewajiban-kewajiban) yang memenuhi syarat-syarat perbuatan hukum dan dikerjakan oleh orang yang cakap.

2.PERKEMBANGAN PENGERTIAN HAK MILIK DALAM HUBUNGAN DENGAN KEADILAN DAN KEMAKMURAN

Sebagai makhluk sosial yang merdeka, setiap orang mempunyai berbagai macam hak untuk menjamin dan mempertahankan kehidupannya ditengah-tengah masyarakat. Hak ialah peranan bagi seseorang atau suatu pihak (pemegangnya) untuk bertindak atas sesuatu yang menjadi obyek dari obyeknya itu terhadap orang lain. Hak yang dipunyai seseorang itu pada dasarnya dapat kita bedakan atas dua jenis utama yang bila dipandang menurut sifatnya, yakni :

1. Hak yang bersifat asasi, yaitu hak yang harus ada pada setiap orang untuk dapat hidup sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat selaras dengan martabatnya sebagai pribadi yang terhormat.

2. Hak yang tidak bersifat asasi, yaitu hak yang secara wajar boleh dimiliki oleh seseorang atau suatu pihak karena hubungannya yang khusus dengan orang atau pihak lain pada suatu tempat dan waktu tertentu serta situasi dan kondisi yang dianggap tepat.  

Perbedaan antara kedua hak diatas, ialah, hak asasi merupakan hak yang tidak dapat dikesampingkan dari seseorang dalam keadaan bagaimanapun sedangkan hak yang tidak asasi, ialah hak yang masih dapat dikesampingkan karena adanya suatu atau beberapa kepentingan yang lebih memaksa. Contoh hak yang tidak asasi misalnya, segala hak yang dapat diperoleh berdasarkan hukum tetapi masih dapat juga diganggu gugat (dalam arti dibatasi ataupun dihapus sama sekali) melalui hukum itu sendiri bila ada satu atau beberapa kepentingan yang lebih memaksa, yang antara lain adalah kepentingan umum.

Karena ‘hak’ berarti peranan tetapi yang boleh, jadi tidak harus dilaksanakan (opsional). Berdasarkan rumusan diatas, hak milik ialah peranan seseorang atau suatu pihak untuk memiliki sesuatu dan bertindak atas sesuatu yang menjadi miliknya itu. Unsur kedua dalam hak ialah unsur ‘milik’. Tentu saja yang menjadi obyek dalam hal ini merupakan kebendaan (termasuk di dalamnya hewan dan tumbuhan) yakni hak yang obyeknya benda atau yang dipersamakan dengan benda.

Sebagai salah satu dari sekian banyak hak kebendaan, hak milik seperti yang telah kita ketahui merupakan hak kebendaan yang terkuat dan terpenuh diantara hak-hak kebendaan lainnya. Dikatakan demikian karena pemegang hak milik dapat berbuat apa saja terhadap barang miliknya itu, misalnya baik memakai, menguasai sendiri ataupun menjual, menyewakan, meminjamkan kepada pihak lain atau mengusahakan orang lain bertindak atas namanya dan atas kehendaknya terhadap benda miliknya tersebut untuk mewakili dirinya sebagai pemegang hak milik atas benda yang bersangkutan. Bahkan sampai merusakkan atau memusnahkan benda miliknya tersebut pun secara yuridis tidak terlarang sepanjang perusakan atau pemusnahan tersebut tidak mengganggu ketertiban dan tidak merugikan orang lain.

Disamping itu pula hak milik adalah satu-satunya hak kebendaan yang langgeng. Akibatnya setiap orang dapat sampai kapanpun bahkan seumur hidup menikmati manfaat harta benda yang telah menjadi miliknya sepanjang hak milik atas benda itu tidak dialihkan kepada orang lain. Bahkan bila orang tersebut telah meninggal dunia sekalipun, hak milik atas segala harta benda yang ditinggalkannya dengan sendirinya beralih kepada ahli warisnya. Karena itulah maka hak milik merupakan pula satu-satunya hak yang dapat diperoleh dengan satu langkah pengorbanan saja, yakni usaha untuk mendapatkan benda-benda yang hendak dimiliki tersebut pada awal suatu pemilikan pada umumnya.

Menurut ajaran sejarah tentang hak milik, pada awal mulanya hukum tidak mengenal adanya hak milik pribadi atau perorangan atas benda apapun juga. Segala benda yang ada pada waktu itu semuanya dianggap sebagai hak milik bersama para anggota masyarakat secara merata. Karena itu setiap benda dikatakan juga ’res nulius’ yang berarti benda tanpa ada yang berhak untuk dimilki siapapun secara pribadi.

Dari pemilikan bersama inilah lambat laun lahir dan berkembang hak milik pribadi dan perkembangannya itu berlangsung melalui 3 tahap :

*Fase pertama  : Mula-mula diantara anggota masyarakat diadakan perjanjian untuk memperoleh hak milik atas benda-benda yang diinginkan masing-masing dengan ketentuan bahwa seorang anggota masyarakat hanya boleh memiliki benda-benda yang diinginkannya bila benda-benda tersebut belum menjadi hak milik anggota yang lain (benda-benda yang belum bertuan). Pemilikan benda pada masa ini masih semata-mata bersifat jasmaniah tanpa didasari hak yuridis apapun. Karena itu pemilikan ini lebih dikenal sebagai pemilikan ‘alamiah’ atau ‘possesio naturalis akibatnya keadaaan kedudukan hak milik pada masa itu masih sangat lemah karena dasar mempunyai satu benda belum dapat dibuktikan atau dipertahankan secara yuridis karena bila seandainya terjadi pencurian, pemilik barang yang dicuri itu tidak dapat berbuat apa-apa meski ia tahu siapa pencurinya dan dimana barang itu berada berhubung hak miliknya atas barang tersebut sama sekali tidak dilindungi oleh hukum pada masa itu.

*Fase kedua : Pada tahap ini, hak milik pribadi atau perorangan telah lebih disempurnakan dalam hukum dimana selain hanya melalui penguasaan secara jasmaniah, hak milik seseorang atas suatu benda itu telah dapat pula dibuktikan/dipertahankan secara yuridis. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa disamping penguasaan jasmaniah, hak milik pribadi tersebut telah pula meliputi penguasaan yuridis sehingga selain perlindungan jasmaniah dari pemiliknya sendiri (misalkan melalui penyimpanan yang aman, penjagaan yang ketat dan sebagainya), hak milik seseorang atas suatu benda itu mendapatkan jaminan perlindungan pula dari hukum, sepanjang benda tersebut sendiri diperoleh pemiliknya melalui cara-cara yang tidak melawan hukum.

Akibatnya bila seandainya terjadi gangguan terhadap hak milik pribadi seseorang yang sah menurut hukum, maka hukum melalui tindakan para fungsionarisnya seperti Polisi, Jaksa, Hakim dan sebagainya dapat memberantas gangguan tersebut dengan jalan mengembalikan benda yang menjadi obyek hak milik yang terganggu kepada pihak yang berhak (pemiliknya) bila hal itu masih mungkin dilakukan; dan menindak tegas para pelaku pengganggu hak milik tersebut menurut peraturan hukum yang berlaku setempat pada waktu itu.

*Fase ketiga : Pada fase ini , hak milik pribadi atau perorangan telah berkembang ke dalam tahap yang lebih matang, karena kedudukan hak milik, penggunaannya, penguasaannya bahkan sampai pada penikmatan hasilnya dijamin penuh oleh hukum/undang-undang yang berlaku. Sejak tercapainya fase ini kian hari kian banyaklah benda-benda milik pribadi diseluruh dunia menandingi benda –benda milik negara sebagai organisasi masyarakat tertinggi.

Dalam hubungannya dengan hak milik, keadilan itu pada intinya berwujd sebagai ‘catur tunggal’ karena pada kenyataannya keempat macam keadilan itu saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain sehingga membentuk satu kesatuan pula, yang terdiri atas :

1. Keadilan senilai atau keadilan timbal balik yang biasa disebut juga keadilan dalam pertukaran (justitia connutativa).Contoh : keadilan yang melandasi :
a. jual beli
b. barter atau pertukaran barang-barang yang seharga
c. pertukaran antara barang dan jasa (sebagai prosedur perolehan milik melalui kerja berimbalan) dan sebagainya.

2. Keadilan dalam pembagian atau penyebaran (justitia distributive). Contoh pendermaan dana bantuan bagi fakir miskin baik berupa uang atau benda yang perlu dimiliki untuk memenuhi kebutuhan hidup primer mereka yang tidak mampu memenuhinya sendiri.

3. Keadilan berdasarkan Undang-undang (justitia legalis). Contoh : keadilan dalam pembayaran pajak kekayaaan atas bendamilik pribadi yang harus dibayaroleh pemiliknya yang biasanya diselaraskan dengan harga, manfaat dan keadaan benda yang bersangkutan, baik untuk benda yang tetap maupun benda yang bergerak/lepas. Demikian pula keadilan dalam hal pembayaran upah/gaji buruh yang tidak boleh lebih rendah dari batas minimum yang ditetapkan dalam undang-undang/peraturan pelaksanaannya agar dengan penghasilan tersebut buruh yang bersangkutan paling tidak dapt memperoleh pemilikan (masih mampu membeli) benda-benda kebutuhan hidupnya setidak-tidaknya sampai pada tingkatan primer, atau mungkin juga bisa mencapai tingkatan sekunder dan tertier melalui waktu yang relative lebih lama dan bekerja yang lebih lama dengan pengertian kebijaksanaan majikannya.

4. Keadilan social (justitia sosialis), yaitu suatu nilai takaran atau ukuran bagi masyarakat untuk menentukan dan mewujudkan keadilan menurut undang-undang dalam rumah tangga negara pada setiap situasi dan kondisi berdasarkan nilai-nilai pandangan hidup yang dianut oleh masyarakat yang bersangkutan.  

Jadi sekarang kalau kita pandang hak milik dan keadilan dalam suatu hubungan, menurut kesadaran hukum yang sehat, yang sesuai dengan fungsi murni hukum itu sendiri yakni untuk menempatkan eksistensi dan kedudukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai realitas lahir dan batin, maka dapatlah dibuktikan bahwa hak milik dan keadilan itu pada hakikatnya adalah satu dwitunggal yang tidak dapat dipisah-pisah, ataupun dicerai beraikan karena pada kenyataannyalah :

1. Hak milik selalu harus didasarkan pada keadilan dengan tujuan agar jangan sampai hak milik itu berlebihan dalam arti melampaui batas kelayakan menurut pandangan hidup, sehingga menimbulkan gambaran ketidakadilan adanya penumpukan hak milik di pihak yang satu dan terkurasnya hak milik di pihak yang lain seperti yang terjadi dalam aliran Kapitalisme.

2. Demikian pula sebaliknya, keadilan pun harus selalu mengakui dan melindungi hak milik, agar jangan sampai eksistensi hak milik itu terhapus oleh adanya pandangan hukum yang tidak sehat seperti dalam aliran Komunisme.

Berdasarkan jalan pandangan diatas terbuktilah dengan jelas, bahwa dimana ada hak milik disitu akan dan harus ada keadilan dan demikian pula sebaliknya, di mana ada keadilan disitu harus ada hak milik, sebagai hak pribadi penuh yang mencerminkan kemerdekaan manusia seutuhnya, dalam arti manusia yang sungguh-sungguh memegang haknya sebagai manusia tanpa menyalahgunakannya selaras dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk termulia yang diridhoi Allah Swt.  

3.PERKEMBANGAN KONSEP KELUARGA DAN SISTEM SOSIAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP HUKUM

       Lajunya perkembangan hak milik pribadi di suatu negara bergantung pada faktor-faktor :
1.  Pendapatan perkapita penduduknya
2. Keadaan alamnya
3. Falsafah negara yang menjiwai kehidupan bangsa di negara itu
4. Berbagai latar belaknag yang khusus dari kehidupan bangsa yang bersangkutan.Misalkan sejarahnya, adat istiadatnya, agama dan kepercayaannya, kebudayaannya, dsb

            Karena keadaan faktor-faktor diatas berbeda antara satu negara dengan negara yang lain, maka masing-masing negara mempunyai pandangan sendiri-sendiri terhadap hak milik yang kadang bersamaan dan kadang pula berlainan dengan negara lainnya.

            Pada dasarnya yang dapat menjadi obyek hak milik seseorang secara pribadi ialah segala macam  benda yang diperlukannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (beserta kebutuhan orang lain yang ditanggungnya, misal keluarganya, buruhnya yang langsung hidup dibawah tanggungannya, dsb)

            Tuntutan kebutuhan hidup yang dirasakan oleh orang-perorangan, terbagi 2 yakni :
1. Tuntutan kebutuhan yang bersifat absolut/umum yang berunsur mutlak, kekal dan universal berlaku bagi segala zaman
2. Tuntutan kebutuhan yang bersifat sementara, relatif, spesifik serta dipengaruhi oleh pekerjaan/kedudukan seseorang, keadaan alam geografis dan pergantian zaman.

            Yang jelas segala macam benda yang dapat dimiliki orang secara pribadi ialah, semua benda :
1. baik benda benda yang merupakan kebutuhan primer, sekunder dan tersier
2. baik benda-benda yang cara perolehannya cukup satu kali maupun yang harus berulang kali
3. baik benda-benda yang termasuk benda konsumsi atau produksi
4. baik benda-benda yang sedang dibutuhkan pada masa sekarang maupun benda-benda yang akan dibutuhkan pada masa-masa yang akan datang
5. benda-benda lainnya yang meskipun sebenarnya tidak diperlukannya atau terlepas dari kebutuhan hidupnya, sepanjang kepemilikan benda-benda tersebut tidak merugikan kepentingan orang lain dan tidak mengganggu kepentingan umum. (Yusuf Zainal)



Tuesday, December 11, 2012

CANTIK DALAM DESKRIPSI JINYOLOGI (1)

Kisah Pedang Gadis Yueh

*Si Shi (Xi Shi), wanita cantik dari kerajaan Yueh yang dihadiahkan kepada Raja Wu ialah Helena(1) versi Cina, Si Shi digambarkan bagai “sesosok wanita cantik yang tiada bandingannya dan dengan kecantikannya ampu mengguncang dunia. Wanita yang mampu menyatukan seluruh negeri Yueh di dalam diri seseorang. “wajah putih Si Shi dipenuhi air mata seperti mutiara dan suaranya lembut bagai arus sungai yang beriak (Pedang Gadis Yueh, hal 13). Jika Si Shi berjalan irama langkah-langkahnya jauh lebih memikat dibanding musik manapun, Fu Chai (Raja Wu) yang membangun istana ini memang dibuat dengan maksud agar irama langkah-langkah kaki Si Shi terdengar, suaranya yang lembut bagaikan bunyi mandolin atau harpa yang riang gembira (Pedang Gadis Yueh, hal 22).

Menteri Feng (menteri kerajaan Yueh) menceritakan dewi Hsiang Fei (Si Shi) pada Ah Cing, “matanya bening dan berkilauan laksana aliran air di pegunungan” Ah Cing menimpali “apakah dia punya ikan di matanya ? ”.

“Kulitnya seperti awan tetapi lebih putih” Ah Cing menimpali “adakah burung-burung yang terbang diantara awan itu ? ”

“Bibirnya lebih lembut dibandingkan untaian bunga dan berwarna kemerah-merahan. Bibirnya basah, lebih basah dibandingkan embun yang menempel di atas bunga ini. Saat Hsiang Fei berdiri di pinggir sungai, kecantikannya memantul di seluruh tepian sungai membuat bunga-bunga menjadi malu. Bahkan ikan-ikanpun takut berenang di air karena pantulan kecantikannya. Ketika tangan putihnya masuk ke sungai, tangan itu terlihat sangat lembut, bahkan hampir meleleh di dalam air”(Pedang Gadis Yueh, hal 19).

*Ah Cing (gadis dengan ilmu pedang yang sakti). Menteri Feng Li memperhatikan gadis itu (Ah Cing). Dia mempunyai muka bujur telur, bulu mata yang lentik dan panjang, kulit yang putih bersih. Mukanya cantik dan badannya langsing, bahkan terlihat lemah gemulai (Pedang Gadis Yueh, hal 15). Ah Cing yang sedang duduk dekat disisinya dan mendengarkan dia dengan baik, matanya yang indah dan besarnya yang tidak pernah meninggalkan mukanya (Pedang Gadis Yueh, hal 19).

Diceritakan pula ketika kecantikan Ah cing dikomparasikan dengan Si Shi.

Ah Cing menodongkan tongkat bambunya ke arah Si Shi. Wajahnya berada persis di depan wajah Si Shi. Hawa pembunuhan yang mengamuk di wajahnya pelan-pelan menghilang, diganti rasa kecewa, dan hilangnya rasa percaya diri, lalu berubah menjadi keheranan, rasa hormat dan akhirnya pujian. Dia berbisik, “Lihat...lihat kecantikan yang sesungguhnya di kolong langit ! Feng Li, dia bahkan lebih...lebih cantik dibandingkan yang kau ceritakan” (Pedang Gadis Yueh, hal 23).



[1] Helena dari Troya, terkenal sangat cantik dan menyebabkan perang besar antara Troya dan Yunani.

Monday, December 10, 2012

Seks Dalam Budaya Di Nusantara


Hubungan seks zaman dulu di nusantara konon dikaitkan dengan kesuburan bumi maupun kemakmuran rakyat, lebih khusus lagi kalangan keraton. Seorang raja yang menunjukan kehebatan dan potensi besar seksual maka kerajaan akan kuat dan makmur. Banyaknya anak dan keturunan sebagai perlambang kesuburan rakyatnya. Paku Buwono X yang memiliki puluhan anak dan ratusan cucu sering dinilai sebagai raja terbesar tanah Jawa.

Simbol-simbol seksualitas tersebar pada berbagai peninggalan tradisional, pemujaan pada lingga, yoni, hubungan seksual dan alat kelamin dianggap sebagai simbol pusaka. Di Candi Sukuh, alat kelamin laki-laki (Raja) dipahatkan di bagian depan pintu gerbang dan di belakangnya ada pahatan Vagina (Ratu), keduanya merupakan pusaka dan gambaran magis ketimbang pornografi.

Nuansa Hindu-Budha

Keraton Surakarta dengan tari Bedaya Ketawang dan Yogyakarta dengan tari Bedaya Semang sebagai memperingati dan mengaktualisasikan hubungan dengan Ratu samudera. Tarian yang dilakukan sembilan penari perempuan yang dalam keadaan suci (perawan), konon orang kadang melihat penari kesepuluh yang tercantik tiba-tiba ikut menari, mitos yang beredar adalah Nyi Roro kidul.

Adapun filosofi sembilan penari ini sebagai pelambang sembilan dewi yang menyertai dewa tertinggi (Syiwa) dalam sebuah konfigurasi keadaan berhubungan seks. Syiwa dikenal sebagi dewa yang menonjol bertapa dan potensi seksualnya. Kakawin Swaradahana menceritakan bahwa anak yang sakti dari dewa ini terwujud setelah Syiwa dan Dewi Parwati melakukan hubungan seks (diselingi makan dan minum) selama bertahun-tahun.

Dalam Vajrayana hubungan seks menjadi jalan kepada Mahasukha atau kebahagiaan agung yang didasari oleh pemahaman dan penghayatan akan kebenaran yang bersifat transenden. (Yusuf Zainal)

Antara China & Nepal

Himalaya Mountain 
Konsep Komunisme ala Mao masih digiatkan oleh gerilyawan Maois di Nepal, sedangkan di china sendiri justru sudah bergerak ke arah liberalisasi. Jika Mao Zedong, founding Father  Komunis China mendapat pengikut fanatik yang sampai menjangkau negeri semenanjung himalaya itu, maka Sidharta Gautama adalah putera Nepal yang ajarannya malah lebih populer di china.

Kedua-duanya, Maois di Nepal mendapat resistansi keras dari pemerintah Nepal, Budhisme di china juga tidak lebih dari gerakan moral ditengah-tengah penetrasi sekulerisme China. (Yusuf Zainal)

Sampah Evolusi



Sejarah asal usul manusia yang dipegang saintis ialah tercipta dengan evolusi, yakni dari peristiwa tumbukan awal (Teori Bigbang), unsur-unsur yang tercipta ialah alam ini dan DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang menjadi awal mula pembentuk spesies-spesies yang setelah diklasifikasikan salah satu diantara adalah manusia (homo sapiens).


Oleh karenanya banyak peneliti yang menggeluti ilmu biologi, khususnya genetika yang bertolak dari sudut pandang Darwinisme (pengikut Charles darwin) menganggap DNA manusia dan organisme lainnya sekitar 98 % tidak ada fungsinya. Organ yang termasuk diantaranya usus buntu, amandel, kelenjar pituari dan sebagainya. Penelitian yang telah dilakukan memvonis bahwa DNA ini adalah “sampah proses evolusi”. Kemudian menjadi pandangan yang baku.


Namun, sekali lagi asumsi yang dipengaruhi Darwinisme ini harus direvisi lagi. Baru-baru ini, para ilmuwan telah mendapati bahwa sampah evolusi ini berperan sangat penting dalam tubuh dan menghasilkan bentuk khusus RNA (asam ribonukleat) yang vital untuk kehidupan. John S Mattick, direktur institut untuk biosains molekuler di university of Quensland, Australia, dia mengemukakan bahwa teori “DNA sampah evolusi” sebagai kekeliruan terbesar dalam sejarah biologi molekular. Dus bukankah lebih bijaksana jika kita mengatakan bahwa DNA memiliki perancang yang Mahacerdas ?    

Wednesday, October 19, 2011

RAKIT – KEBENARAN MULIA KEEMPAT: JALAN MENUJU AKHIR DUKKHA

Seorang laki-laki yang sedang kabur dari kejaran perampok sampai di sebuah tepian sungai.Dia menyadari bahwa seberang sungai sana akan lebih aman untuknya. Namun, sayangnya dia tidak melihat sebuah perahu atau jembatan untuk menyeberangi sungaitersebut.Jadi secepat kilat dia mengumpulkan kayu, batang, ranting, dan dedaunan untuk dijadikan sebuah rakit.Dan dengan bantuan rakit tersebut, dia akhirnya dapat menyeberang dengan selamat ke seberang sungai.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

JEBAKAN MONYET – KEBENARAN MULIA KEDUA : SEBAB DUKKHA

Di Cina, monyet-monyet ditangkap dengan sebuah cara yang unik.Si pemburu pertama-tama akan mengambil sebuah kelapa.Dia kemudian membuat sebuah lubang yang hanya cukup bagi sebuah tangan masuk kedalamnya tanpa menggenggam apapun.Dia kemudian akan mengisi kelapa tersebut dengan kacang-kacangan dan meletakkannya di tempat-tempat yang biasa dilalui monyet.Sebelum pergi, si pemburu akan menyebarkan beberapa kacang disekitar kelapa.Cepat atau lambat, seekor monyet akan melalui tempat tersebut.

Pertama-tama si monyet akan memakan kacang yang ada ditanah.Kemudian si monyet akan menemukan bahwa di dalam kelapa terdapat lebih banyak kacang.Ketika dia memasukkan tangannya dan menggenggam kacang-kacang tersebut, si monyet akan kesulitan mengeluarkan tangannya.Dipaksa bagaimanapun juga tidak bisa keluar.Si monyet kemudian mulai menangis atau marah.Namunkarena tidak melepas genggamannya, tak lama kemudian si pemburu datang dan menangkapnya.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

Saturday, October 15, 2011

KISA GOTAMI – KEBENARAN MULIA PERTAMA: DUKKHA

Kisa Gotami adalah seorang wanita muda dari keluarga kaya raya yang juga seorang istri dari seorang pedagang kaya. Ketika berusia sekitar setahun, anak laki-lakinya tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal.Larut dalam kesedihan, Kisa Gotami berkeliling dari rumah ke rumah dan memohon kepada setiap orang yang dia jumpai kalau ada yang bisa membangkitkan anaknya kembali. Tentu tidak ada seorang pun yang bisa menyanggupi permohonannya.

Akhirnya dia bertemu dengan seorang penganut ajaran Buddha dan menyuruhnya untuk menemui Buddha Gautama. Ketika Kisa Gotami membawa bayi yang telah meninggal tersebut ke hadapan Sang Buddha, Buddha Gautama berkata padanya: “Hanya terdapat satu cara utuk menyelesaikan masalahmu.Pergi dan bawalah lima benih dari keluarga yang belum pernah ada satu anggota keluarganya pun yang telah meninggal.” Kisa Gotami beranjak pergi dan bertanya dari rumah ke rumah namun tidak ada satu keluarga pun yang belum pernah mengalami kematian dari anggota keluarganya. Menyadari maksud Sang Buddha, Kisa Gotami akhirnya kembali menemui Sang Buddha dan menjadi biksuni.(What Should We Know About Buddhism, by : Upa. Sasanasena Seng Hansen)

Saturday, September 10, 2011

Hikmah Ramayana

Epos Ramayana adalah salah satu warisan peradaban dunia.Bersama Mahabharata, keduanya adalah bagian dari mitologi India dan tradisi Hindu.Kisah besar ini bukanlah sekedar sejarah atau biografi, bahkan pujangga besar yang menulisnya juga tidak mengarang sendiri.Mereka hanya merangkai jalinan-jalinan memori masyarakat yang sarat nilai kehidupan, spritualitas, budaya yang berasaskan pada semangat para pendahulu yang menginginkan kebaikan ketimbang kesenangan yang semu karena mereka dapat melihat lebih banyak misteri kehidupan.

Sebagaimana pentingnya mitologi Yunani bagi peradaban Eropa, kitab suci Qur’an bagi masyarakat muslim, Al Kitab bagi masyarakat Yahudi dan Kristen.Tanpa memahami Ramayana dan juga Mahabharata, kita tidak akan bisa memahami struktur peradaban dan sosial bangsa India, salah satu peradaban terbesar dan tertua dunia.
Setiap kebudayaan besar dan agama membutuhkan mitologi, disinilah Ramayana dan Mahabharata menempati posisi yang tinggi yakni sebagai elemen mitologi disamping falsafah dan ritual, orang tidak mengenal dharma Hindu tanpa mengenal Rama, Shinta, Hanoman, Rahwana, Kumbakarna, Pandawa, Krisna maupun Kurawa.Semua itulah yang melestarikan cita rasa agama dan bangsa terlebih demi fondasi spiritual yang stabil mencerahkan kehidupan.

Kisah Ramayana dimulai dengan kunjungan Resi Batara Narada ke asrama Walmiki di suatu pagi.Setelah memberikan salam, Walmiki bertanya,”Batara yang tahu segalanya, siapakah pahlawan dunia yang paling berbudi luhur dan bijaksana ?”

Dengan kekuatan supranatural, Narada tahu alasan Walmiki menanyakan pertanyaan itu.Ia pun menjawab, “Ia dilahirkan dalam dinasti titisan Batara Surya.Sekarang, ia menjadi penguasa Ayodya.” Kemudian Resi Narada menceritakan kisah Rama pada Walmiki.Walmiki amat terkesan dengan ceritanya sehingga ia terus merenungkan cerita itu.

Di suatu saat ketika Walmiki pergi ke sungai Tamasa untuk membersihkan diri guna melakukan sembahyang pagi, di pinggiran sungai ia melihat sepasang burung yang sedang bermain asmara sambil berkicau indah.Tiba-tiba, si burung jantan tumbang ke tanah setelah panah pemburu mengenainya.Akhirnya sang burung betina pergi dengan menangis pilu.

Menyaksikan semua itu, Walmiki mengutuk dengan keras sang pemburu,”Hai pemburu karena kau telah membunuh burung yang sedang berasmara, maka kau akan mengembara tanpa rumah sepanjang hidupmu.”

Tak lama kemudian amarah sang Resi mereda, ia pun menyesal telah terbawa amarah,”Apa hakku mengutuk pemburu itu ? mengapa aku biarkan diriku dikendalikan emosi ? ”

Ketika merenungkan kutukannya, sang resi menyadari keindahan irama kutukan itu.Ia menyadari bahwa rasa kasihan (soka) yang melandanya telah berbuah sloka (syair) yang sangat indah.Resi kemudian berpikir bahwa semua ini adalah bagian dari rencana dewata yang misterius.

Ketika sang Resi Walmiki bermeditasi meminta petunjuk, maka ia berjumpa Dewa Brahma yang bermuka empat.Brahma berkata,”Jangan takut.Semua itu terjadi supaya engkau menulis kisah Rama.Kedukaan (soka) melahirkan syair (sloka).Engkau haruss menulis kisah itu dengan birama dan irama seperti itu.Aku akan memberimu penampakan untuk melihat mereka sejelas engakau melihat apa yang ada di telapak tanganmu.Dan, dengan restuku, engkau mendaraskan syair ini demi kebaikan seluruh dunia.”

Walmiki beserta murid-muridnya kemudian mendaraskan Ramayana, sebagaimana yang digariskan Brahma,”Selama gunung-gemunung tetap berdiri tegak dan sungai-sungai mengalir.Ramayana akan terus dikisahkan demi menegakkan dharma menyelamatkan manusia dari dosa.” (yusuf zainal)

Monday, August 22, 2011

Peringkat Cerita Silat Chin Yung


Cerita silat Chin Yung (Jin Yong) alias Louis Cha merupakan salah satu cerita klasik yang paling digemari masyarakat Asia maupun dunia.Penuh nilai moral dan heroisme, pelibatan dengan sejarah dinasti China, semua itu sedikit banyak telah membentuk gambaran mengenai karakter, pola pikir maupun sikap tindak dalam kebudayaan masyarakat China maupun budaya Tionghoa.Tak terkecuali saya, kegemaran membaca cerita silat Chinyung memberikan gambaran awal pola hidup masyarakat China ala dunia persilatan dan sebagai pendorong saya mempelajari sejarah dan kebudayaan China secara lebih utuh.

Sejauh ini Chin yung telah menyelesaikan 15 cerita silat :

1955> Shu Jian En Chou Lu / Pedang dan Kitab Suci / Putri Harum dan Kaisar / The Book and the Sword

1956> Kim Choa Kiam / Bi Xue Jian / Pedang Ular Emas

1957> She Diao Ying Xiong Zhuan / Legenda Pendekar Rajawali / Pendekar Pemanah Rajawali / The Legend of the Condor Heroes / Eagle Shooting Heroes

1959> Shen Diao Xia Lu / Kembalinya Sang Pendekar Rajawali / The Return of the Condor Heroes

1959> Xue Shan Fei Hu / Swat San Hui Ho / Rase Terbang dari Pegunungan Salju / Fox Volant of the Snowy Mountain

1960> Fei Hu Wai Zhuan / Hui Ho Gwa Toan / Kisah Tambahan Si Rase Terbang / Other Tales of the Flying Fox

1961> Yi Tian Tu Long Ji / Pedang Langit & Golok Naga / The Heavenly Sword and the Dragon Saber

1961> Yuan Yang Dao / Sepasang Golok Mustika / Blade-dance of the Two Lovers

1961> Bai Ma Xiao Xi Feng / Kuda Putih Menghimbau Angin Barat

1963> Lian Cheng Que / Pedang Hati Suci

1963> Tian Long Ba Bu / Pendekar-Pendekar dari Negeri Tayli / Demi-Gods and Semi-Devils

1965> Xia Ke Xing / Medali Wasiat

1967> Xiao Ao Jiang Hu / Hina Kelana / The Smiling Proud Wanderer / Laughing In The Wind

1969> Lu Ding Ji / Pangeran Menjangan / Kaki Tiga Menjangan

1970> Yue Nu Jian / Pedang Gadis Yueh / Sword of the Yue Maiden / Yueh Maiden

*Jika dilihat berdasar era maka cerita Jin Yong terbagi menjadi :

Era abad ke 6 M-Pedang Gadis Yueh

Abad ke 11 M-Pendekar Dari Negeri Tayli

Abad ke 13 M-Pendekar Pemanah Rajawali

Kembalinya Pendekar Rajawali

Abad ke 14 M-Pedang Langit & Golok Naga

Abad ke 16 M-Hina Kelana

Medali Wasiat

Abad ke 17 M-Kuda Putih Menghimbau Angin Barat

Pedang Ular Emas

Pangeran Menjangan

Pedang Hati Suci

Abad ke 18 M-Sepasang Golok Mustika

Pedang dan Kitab Suci

Kisah Tambahan Si Rase Terbang[1]

Rase Terbang dari Pegunungan Salju

Namun anehnya, yang mungkin tidak pernah terjadi pada penulis-penulis yang lain, ada beberapa cerita yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan Chinyung tapi justru dinisbatkan oleh sebagian orang kepada Chinyung, seperti :

1.Racun barat atau kisah orang gagah (ngakunya sebelum Pendekar Pemanah Rajawali)

2.Anak Naga (ngakunya setelah Pedang Pembunuh Naga)

3.Sin Tiauw Thian Lam (ngakunya setelah Kembalinya Pendekar Rajawali)

4.Beruang Es (ngakunya setelah Sin Tiauw Thian Lam)

5.Kiu Im Pek Kut Jiauw (ngakunya setelah Pedang Pembunuh Naga)

Banyak sastrawan maupun penggemar yang memberi urutan nilai dari membandingkan cerita Chin yung, antara yang satu dengan yang lain dengan beberapa standar mereka, yaitu :

Menurut Ge Ge:

1. Pendekar Negeri Tayli

2. Pedang langit dan golok pembunuh naga

3. Kaki Tiga Menjangan

4. Pendekar pemanah rajawali

5. Hina Kelana

6. Kembalinya Pendekar Rajawali

7. Pedang Ular Emas

8. Medali Wasiat

9. Putri Harum dan Kaisar

10. Kisah Tambahan si Rase Terbang

11. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

12. Pedang Hati Suci

13. Kuda Putih

14. Sepasang Golok Mustika

15. Pedang Gadis Yueh

Menurut Cao Zhengwen:

1. Hina Kelana

2. Pendekar Negeri Tayli

3. Pedang langit dan golok pembunuh naga

4. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

5. Pendekar pemanah rajawali

6. Kembalinya Pendekar Rajawali

7. Kisah Tambahan si Rase Terbang

8. Kaki Tiga Menjangan

9. Medali Wasiat

10. Pedang Hati Suci

11. Pedang Ular Emas

12. Sepasang Golok Mustika

13. Kuda Putih

14. Putri Harum dan Kaisar

Menurut Ni Kuang:

1. Kaki Tiga Menjangan

2. Pendekar Negeri Tayli

3. Hina Kelana

4. Kembalinya Pendekar Rajawali

5. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

6. Pedang langit dan golok pembunuh naga

7. Pendekar pemanah rajawali

8. Putri Harum dan Kaisar

9. Pedang Hati Suci

10. Medali Wasiat

11. Kisah Tambahan si Rase Terbang

12. Pedang Ular Emas

13. Sepasang Golok Mustika

14. Kuda Putih

Menurut Zhang Wenxing:

1. Kaki Tiga Menjangan

2. Hina Kelana

3. Pendekar Negeri Tayli

4. Pendekar pemanah rajawali

5. Kembalinya Pendekar Rajawali

6. Pedang langit dan golok pembunuh naga

7. Pedang Hati Suci

8. Rase Terbang dari Pegunungan Salju

9. Medali Wasiat

10. Kisah Tambahan si Rase Terbang

11. Sepasang Golok Mustika

12. Pedang Ular Emas

13. Putri Harum dan Kaisar

14. Kuda Putih

15. Pedang Gadis Yueh

Menurut Chen Mo :

1 –> Kaki Tiga Menjangan

2 –> Pendekar Negeri Tayli

3.5 –> Hina Kelana, Kembalinya Pendekar Rajawali

6 –> Pedang langit dan golok pembunuh naga, Pendekar pemanah rajawali, Medali Wasiat

11.5 –> Pedang Hati Suci, Rase Terbang dari Pegunungan Salju, Putri Harum dan Kaisar, Kisah Tambahan si Rase Terbang, Pedang Ular Emas, Sepasang Golok Mustika, Kuda Putih, Pedang Gadis Yueh.

Menurut Kong Qingdong :

Sebenarnya Kong Qingdong tidak membuat urutan peringkat cerita Chinyung, hanya saja dalam bukunya Xiao Shu Shen Xia ia membagi cerita Chinyung yang bisa dilihat sebagai indikasi favoritnya.

Yang terutama tentu saja adalah 3 masterpiece, yang menurut Profesor Bahasa Mandarin di Universitas Beijing ini jika masterpiece ini diletakkan pada karya sastra sejarah jenis apapun tetap menempati level kelas satu.Kemudian trilogi rajawali.Adapun 9 cerita yang dibawahnya (3 yang pendek dan 6 yang menengah) adalah cerita silat yang sudah sangat bagus, dan bisa menempatkan Jin Yong menjadi penulis cerita silat kelas satu. Tapi hanya 9 karya ini saja belum bisa membuat Jin Yong dianggap sebagai ketua dunia persilatan, karena standar sebagian karya tersebut, penulis lain juga ada yang bisa mencapainya.

3 masterpiece:

- Pendekar Negeri Tayli, Hina Kelana, Kaki Tiga Menjangan

3(trilogi) Rajawali

- Pendekar pemanah rajawali, Kembalinya Pendekar Rajawali

, Pedang langit dan golok pembunuh naga

6 yang menengah:

- Putri Harum dan Kaisar, Pedang Ular Emas, Rase Terbang dari Pegunungan Salju dan Kisah Tambahan si Rase Terbang, Pedang Hati Suci dan Medali Wasiat

3 yang pendek:

- Pedang Gadis Yueh, Sepasang Golok Mustika, Kuda Putih

Kalau menurut saya :

1.Hina Kelana

2.Pedang langit dan golok pembunuh naga

3.Kembalinya pendekar rajawali

4.Pendekar pemanah rajawali

5.Kaki Tiga Menjangan

6.Pendekar Negeri Tayli

7.Medali Wasiat

8.Rase Terbang dari Pegunungan Salju

9.Pedang Ular Emas

10.Pedang Hati Suci

11.Kisah Tambahan Si Rase Terbang

12.Putri Harum dan Kaisar

13.Pedang Gadis Yueh

14.Sepasang Golok Mustika

15.Kuda putih menghimbau angin barat

Mengapa Saya Pilih Hina Kelana ?

Kisah ini menceritakan bentrokan antara aliran lurus dan sesat yang telah memakan banyak korban sehingga kian memperdalam jurang dendam.Disamping Shaolin dan Wudang, perguruan Song Shan, Hua Shan, Heng Shan, Hen Shan dan Tay San yang bergabung dan membentuk Wu Yue Jian Pai (Persatuan lima gunung perguruan lima pedang) semua itu mewakili aliran lurus dunia persilatan demi menghadapi sekte Matahari dan Bulan yang dideskripsikan sebagai aliran sesat atau mo kau (agama iblis), namun pada kenyataannya orang-orang dari aliran lurus juga demi mencapai tujuannya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang kelewat kejam, pun demikian dengan aliran sesat tidak semuanya diisi oleh orang-orang jahat.

Lenghou Tiong, tokoh utama dalam cerita ini, adalah murid pertama Hua Shan, kesukaannya minum arak dan berjiwa bebas sehingga tanpa disadari ia terlibat pergaulan dengan orang-orang aliran sesat, sesuatu yang sebenarnya merupakan pantangan bagi orang-orang aliran lurus.Meski demikian Lenghou Tiong cerdas dan tinggi budi, ia memiliki kesetiakawanan yang luar biasa, ini ditunjukan ketika ia menolak perintah gurunya untuk membunuh Tian Bo Guang, seorang maling cabul yang sudah bertobat, Lenghou Tiong juga menolong Xiang Wen Tian dari kejaran orang aliran lurus dan aliran sesat padahal Lenghou Tiong tidak pernah kenal sebelumnya tapi hanya mengagumi sikapnya, dan perbuatannya yang paling besar ialah memimpin rombongan pendekar untuk menyelamatkan anak tetua aliran sesat, Ren Ying Ying yang ditahan di kuil Shaolin.

Sepak terjang Lenghou Tiong yang terkesan tak memperdulikan aturan memang membuat dirinya banyak menjalin persahabatan dengan orang-orang gagah baik aliran lurus maupun sesat, Lenghou Tiong juga beruntung mendapatkan pengajaran ilmu pedang tertinggi dari tetua perguruan Hua Shan, Feng Jin Yang yang sudah menghilang dengan cara misterius.Di sisi lain Lenghou Tiong dicurigai gurunya sendiri karena banyak berurusan dengan tokoh-tokoh dunia persilatan maupun menguasai ilmu pedang yang lebih hebat dari gurunya.Dan diakhir cerita barulah diketahui bahwa gurunya Lenghou Tiong, Yue Bu Gun yang sebenarnya memiliki ambisi besar memimpin perguruan lima pedang maupun dunia persilatan, ia menerima Lin Ping Zhi sebagai muridnya yang merupakan keturunan dari pemilik kitab pedang Bi Xie dan menjodohkan dengan anaknya, Yue Ling Sian agar ia menemukan kitab pedang itu.Yue Bu Gun, ketua perguruan Hua Shan yang digambarkan diawal cerita sebagai Jun Zu Jian (pedang ksatria) ternyata malah lebih licik dari pada Zuo Leng Chan, ketua perguruan Song Shan yang diketahui berambisi tinggi sedari awal.Sedangkan kecurigaan Yue Bu Gun pada Lenghou Tiong sebenarnya hanyalah kekhawatiran kalau muridnya itu dapat menghalangi ambisinya, dan juga itu dilakukannya agar ia dapat mengalihkan perhatian Lin Ping Zhi yang mulai curiga bahwa kitab keluarganya telah diambil Yue Bu Gun.

Kisah Hina kelana juga menghadirkan alur cerita yang melankolis, Yue Bu Gun, guru Lenghou Tiong yang sudah dianggapnya sebagai orangtuanya sendiri malah mencurigai Lenghou Tiong dan mengusirnya dari perguruan pun demikian dengan Yue Leng Sian, anak perempuan Yue Bu Gun yang semula menaruh hati pada Lenghou Tiong namun pada akhirnya malah mencintai dan menikah dengan Lin Ping Zhi, yang celakanya tidak mencintainya, bahkan membunuhnya.Lenghou Tiong juga kehilangan Sahabat terdekatnya, Lu Da You yang dikiranya mati terbunuh karena kesalahan tangannya.Satu hal yang menghibur Lenghou Tiong ialah ibu gurunya yang selalu percaya padanya.

Sedikit humor dalam cerita ini diwakili tokoh-tokoh seperti To Go Liu Xian, enam kakek aneh dari pulau persik yang meski berilmu tinggi namun sering bertindak bodoh.Biksu Bu Jie juga demikian, biksu yang tidak berpantang, ia minum arak dan menikah, anehnya menikah dengan nikoh yang kemudian melahirkan anak, Yi Lin, nikoh cilik yang pernah ditolong Lenghou Tiong.

Mengapa saya memilih Hina kelana sebagai cersil Chin yung terbaik ? pertama sekali karena alur ceritanya yang melankolik, banyak menyentuh emosi pembaca.Tak heran jika banyak sastrawan yang menilai kisah ini cukup tinggi.Sebenarnya hampir semua cerita Chin yung memiliki bagian melankolis tapi khusus pada Hina kelana, unsur melankolisnya paling terasa.Pada Pedang pembunuh naga dan Pendekar Rajawali unsur melankolisnya juga kuat dan banyak, hanya saja tokoh-tokoh yang menindas Guo Jing, Yang Guo,Zhang Wu Ji semuanya adalah lawan, sedangkan terhadap Lenghou Tiong dilakukan oleh gurunya sendiri yang sudah dianggap bak orang tua.

kedua, Karakter Lenghou Tiong saya nilai lebih kuat dari pada Yang Guo (kembalinya pendekar rajawali), Zhang Wu Ji (Pedang pembunuh naga) maupun Duan Yu dan Qiao Feng (Pendekar negeri Tayli) dan hanya kalah sedikit dari Wei Siau bo (Kaki Tiga Menjangan).Lenghou Tiong merupakan perpaduan sebuah karakter yang simpel, berjiwa bebas namun teguh pendirian dan berbudi tinggi.Sebagai perbandingan, jika Yang Guo yang sangat cerdas, ia amat mengagumi Guo Jing namun bisa dipenuhi dendam membara pada Guo Jing ketika ia merasa ayahnya dicelakai Guo Jing, sebelum mendapat tahu penyebab sebenarnya, sedangkan Lenghou Tiong yang juga cerdas dan sebenarnya mengetahui bahwa gurunya Yue Bu Gun mencurigainya, bahkan berniat jahat padanya, namun semua itu tidak pernah dijadikan dendam karena ia tetap mengingat budi gurunya sebelumnya.Sedangkan Zhang Wu Ji adalah karakter yang agak aneh ia sangat cerdas namun terkadang juga menyimpan banyak kebodohan.Zhang Wu Ji tidak menyimpan dendam tapi ia juga tidak belajar dari kejahatan lawan sehingga sering terpedaya berulang kali.Judul Hina kelana berasal dari kitab musik yang dinyanyikan Lu Zheng Feng-tokoh perguruan Heng Shan dari aliran lurus yang bersahabat dengan Ou Yang-tokoh aliran sesat diakhir hidup mereka.

Satu-satunya kekurangan kisah ini yakni tidak adanya unsur sejarah dinasti China, satu-satunya koneksi ialah saat ketika Lu Zheng Feng ingin mencuci tangan sebagai simbol keluar dari hukum dunia persilatan, ia mengundang pejabat pemerintah dan mendapat pangkat.Tapi sayangnya bagian ini hanya sekilas dan tidak berpengaruh pada cerita, karena kemudian perguruan Heng Shan dibantai habis oleh orang-orang Song Shan, pejabat pemerintahan yang hadir tidak ikut campur bagian.

Mungkin juga Chin yung ingin menunjukan kekuatan lain dari ceritanya walau tanpa unsur kesejarahan, lagipula kisah ini juga mengambil masa awal dinasti Ming, dimana era kekuasan pribumi etnis Han sehingga disaat itu pemerintahan Ming relatif diterima banyak pihak, sehingga nasionalisme ala Chinyung tidak mengharuskan membahas pemberontakan dan semacamnya.Inilah yang membedakannya dengan cerita-cerita Chin yung pada umumnya.Jika melihat dari segi ini, Hina kelana kurang dari cerita yang lain :

1.Kaki tiga menjangan menceritakan situasi dan kondisi istana pada masa dinasti Qing (manchu) beserta intrik, kudeta dan pemberontakan.

2.Pendekar Pemanah Rajawali, era dinasti Jin (Tatar) yang menaklukan dinasti Song bagian utara sehingga pusat dinasti Song pindah ke selatan, dimana pangeran song tertawan, peristiwa itu sangat terkenal disebut Jing Kang yang mendasari nama tokoh Guo Jing dan Yang Kang.

3.Kembalinya Pendekar Rajawali, sebagai lanjutan dari kisah Pendekar Pemanah Rajawali, ketika itu bangsa Mongol berhasil mengusir dinasti Jin di bagian utara dan sebagai gantinya mendirikan dinasti Yuen di China bagian utara, untuk dapat menguasai wilayah sisanya maka tentara Mongol menyerang kekuatan terakhir dinasit Song Selatan di Xianyang dan kisah ini mengangkat kegagalan tentara Mongol menginvasi Xianyang berikut tewasnya Khan Mongko.

4.Pedang Pembunuh Naga, cerita mengenai pemberontakan rakyat terhadap dinasti Yuen (Mongol) yang dimotori oleh sekte Ming sehingga berhasil menaikkan Zhu Yen Zhang sebagai kaisar pertama dinasti Ming.

5.Pendekar Negeri Tayli, kisah mengenai kerajaan kecil Buddha, Tayli dan persaingan kerajaan-kerajaan kecil lainnya di masa dinasti Song.

6.Puteri Harum dan Kaisar, cerita ini dikembangkan dari rumor di masyarakat bahwa kaisar dinasti Qing, Qianlong adalah beretnis Han dan bukan Manchu.

7.Pedang Ular Emas, menceritakan kisah seorang anak dari jenderal yang difitnah kemudian dihukum mati, ia beserta tokoh-tokoh dunia persilatan turun gunung untuk bangkit membalas dendam dan mereformasi (bukan menggulingkan) dinasti Ming dari menteri-menteri durna.

8.Rase Terbang dari Pegunungan Salju, mengangkat ihwal golok pusaka Li Zicheng yang pernah berkuasa sebentar merobohkan dinasti Ming, namun sayangnya ia tidak bisa menahan kota dari gempuran bangsa Manchu yang akhirnya mendirikan dinasti Qing.Golok pusaka itu diwariskan pada empat pengawalnya yang kemudian berlanjut pada turunannya, konon ada rahasia harta karun yang bisa digunakan rakyat untuk merobohkan dinasti Qing.

9.Pedang Gadis Yueh, cerita ini sangat singkat dan lebih mirip sebuah dokumentasi kerajaan-kerajaan kecil di zaman musim semi dan gugur, pra Shi Huang Di mendirikan China.



[1] Diantara Dua kisah Rase terbang alurnya flash back jadi kalau menurut urutan waktu, maka Kisah tambahan Si Rase terbang yang lebih diawal